120 Panwascam Kabupaten Bogor Diminta Tegakkan dan Selamatkan Pesta Demokrasi
Plt Bupati Bogor Iwan Seiawan melantik 120 Panwascam Kabupaten Bogor dan Bawaslu yang akan segera bertugas menjelang Pemilihan Umum 2024 mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Plt Bupati Bogor Iwan Seiawan melantik 120 Panwascam Kabupaten Bogor dan Bawaslu yang akan segera bertugas menjelang Pemilihan Umum 2024 mendatang.
120 Panwascam Kabupaten Bogor dan Bawaslu diharapkan memiliki keberanian dan berintegritas untuk menolak intervensi dari penguasa maupun calon penguasa baik eksekutif maupun legislatif.
"Sesuai mars Bawaslu, saya minta mereka tegakkan dan selamatkan demokrasi, selamatkan suara rakyat, jaga intergritas dan adil atau tidak berpihaknkepada peserta kontestan politik atau pemilu. Kalau Bawaslu dan 120 Panwascam Kabupaten Bogor tegak, maka produk pemilunya akan baik," kata Iwan Setiawan kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Berkaca pada setiap ajang Pemilu, Iwan Setiawan mengingatkan akan tekanan atau intervensi dari peserta kontestan Pemilu.
"Saat ini mungkin masih santai, namun ketika masa kampanye atau Pemilu pasti akan ada tekanan intervensi. Nanti bakal ada aduan yang benar maupun hoaks. Mereka harus cerdas dan memiki intergritas," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa Bawaslu harus jeli, dimana personil Panwascam tidak boleh dari pengurus atau kader partai politik atau organisasi sayap atau kepemudaai partai politik.
"Hati-hati dalam calon anggota Panwascam yang mengaku sudah mengundurkan diri dari organisasi atau sayap partai politik, ngakunya sih mundur, tetapi hatinya atau masih beralifiasi dengam partai politiknya. Saya ingatkan, bahwa mereka disumpah menggunakan kitab suci agamanya hingga harus jujur dan amanat dalam melaksanakan tugasnya," tambahnya
Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irfan Firmansyah mengaku tahap seleksi 120 Panwascam Kabupaten Bogor cukup panjang. Itu dimanfaatkan untuk melihat rekam jejak mereka.
"Mereka yang sudah dilantik menjadi anggota Panwascam di 40 kecamatan sudah clear dari kader-kader partai politik, sesuai aturan, minimal mereka sudah tidak menjadi kader partai politik selama lima tahun ke belakang," ungkap Irfan Firmansyah.*** (reza zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani

