Sempat Disangka Pohon Pisang, Warga Padalarang Kaget Ternyata Bunga Bangkai

Warga Kampung Sukamaju, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat kaget dengan munculnya bunga bangkai di sekitar kolam ikan milik warga setempat.

Sempat Disangka Pohon Pisang, Warga Padalarang Kaget Ternyata Bunga Bangkai
Memiliki tinggi sekitar  70 sentimeter dan diameter 45 cm, bunga bangkai yang memiliki nama ilmiah Amorphophallus Titanum Becc tersebut mencuri perhatian warga Padalarang. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Warga Kampung Sukamaju, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibuat kaget dengan munculnya bunga bangkai di sekitar kolam ikan milik warga setempat.

Memiliki tinggi sekitar  70 sentimeter dan diameter 45 cm, bunga bangkai yang memiliki nama ilmiah Amorphophallus Titanum Becc tersebut mencuri perhatian warga Padalarang

Guna menjaga agar bunga bangkai tersebut tidak rusak, warga Padalarang berinisitif memagari tanah dimana bunga bangkai tersebut tumbuh.

Ketua RT 05 Ipin Lesmana mengatakan, warga menemukan bunga langka tersebut di sekitaran kolam ikan yang sudah tidak terpakai, termasuk dengan rumahnya.

"Rumah itu kosong pemilik sudah meninggal dunia. Pas ditemukan ukurannya masih kecil, malah condong mirip ke pohon pisang, namun makin hari makin membesar sampai seukuran sekarang ini," katanya kepada wartawan.

Ia mengaku, sebelumnya belum pernah ada bunga yang tumbuh di sekitar kolam tersebut. Sementara tumbuhan lainnya ada, seperti ubi yang memang sengaja ditanam.

"Awalnya saya mengira ini tumbuhan sejenis jamur, yang sering muncul di musim penghujan seperti ini, namun setelah di amati hari ke hari bunga ini makin besar dan meyakinkan kalo ini bunga bangkai," ujarnya.

"bunga bangkai tersebut saat ini sudah lebih diamankan dengan memasang pagar untuk menghindari tangan-tangan jahil anak-anak yang main di sekitar sini," sambungnya.

Sementara itu, warga lainnya Irma Hayati mengaku dirinya kaget lantaran di lokasi tersebut memang baru kali pertama muncul bunga bangkai.

"Setahu saya ini baru pertama kali muncul. Dulu saat duduk di kelas 4 SD, tepatnya tahun 1996 terakhir lihat bunga bangkai. Itu pun di kampung sebelah, makanya warga heran," ujarnya.

Menurutnya, adanya fenomena bunga bangkai tersebut membuat warga antusias ingin melihat bunga langka tersebut. Terlebih, warga dari luar daerah Padalarang yang banyak berdatangan.

"Dengan adanya fenomena ini, saya berharap warga sekitar lebih menjaga kelestarian lingkungan sama mungkin kesuburan tanah supaya tidak buang sampah sembarangan agar tidak mempengaruhi struktur tanah di wilayah ini," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani