200 UMKM Ramaikan Pasar Ramadan ASI, Beragam Kuliner Jadi Magnet Pemburu Takjil

200 pelaku UMKM ramaikan Pasar Ramadan ASI yang berada di perumahan ASI Desa Citapen, Cihampelas, KBB

200 UMKM Ramaikan Pasar Ramadan ASI, Beragam Kuliner  Jadi Magnet Pemburu Takjil
Pemilik stand both UMKM di Pasar Ramadan ASI tengah melayani pengunjung yang membeli dagangannya, Sabtu 21 Februari 2026. (Ahmad Sayuti/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Sedikitnya 200 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setiap hari meramaikan kegiatan Pasar Ramadan ASI, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berbagai jenis kuliner disajikan jadi magnet pemburu takjil jelang waktu berbuka.  

Jam baru menunjukkan pukul 01.00 WIB, namun para pedagang sudah bersiap mendirikan stand booth, meja hingga gerobak dagangan di sepanjang area Pasar Ramadan ASI. Meskipun para pembeli baru berdatangan sekitar pukul 16.00 WIB.       

Aneka jajanan khas Ramadan disajikan para pedagang, mulai dari minuman segar, es teh, kue, kolak, gorengan hingga makanan khas berbuka puasa lainnya.  

Lokasinya yang strategis, Pasar Ramadan ASI jadi magnet para pemburu takjil, atau warga yang hanya sekadar ingin ngabuburit di Alun-alun Perum ASI tersebut. Baik warga perum, maupun warga sekitar, seperti Bojong, Tajungwangi, bahkan Cihampelas hingga Batujajar. 

Pasar Ramadan ASI sendiri digagas oleh Forum PSU ASI, dan berlangsung selama tiga pekan. Selain pasar Ramadan, Porum PSU juga menggelar kegiatan sosial lainnya seperti santunan anak yatim, disabilitas dan dhuafa. 

Waki Ketua Forum PSU ASI, Sertu TNI Asep Misdiantoro menyebutkan, pasar Ramadan ini merupakan kali pertama dikelola oleh Forum PSU, dan pertama dipusatkan di sentara Perum ASI atau alun-alun. 

"Pasar Ramadan kali ini lebih terorganisir, lebih tertata, dan tidak mengganggu pengguna jalan meskipun ada kepadatan tapi tetap lancar," katanya, Minggu 22 Februari 2026. 

Asep menjelaskan, diadakannya Pasar Ramadan ASI ini selain untuk meramaikan kegiatan Ramadan, juga untuk meningkatkan eknomi warga, khususnya warga perum yang bergerak dalam bidang UMKM, dan warga sekitar perum. 

Hingga kini pedagang yang sudah terdaftar di kepengurusan sudah mencapai 200, namun tidak menutup kemungkinan terus bertambah. Selain itu, para pedagang hanya tinggal membayar lapak harian dan tidak ada pungutan apapun. 

"Semua keuntungan kita bagikan untuk 3 RW, dan 19 RT yang ada di Perum ASI ini, karena semua terlibat, kita pukul rata. Juga untuk kegiatan santunan, serta menyumbang untuk pembangunan masjid. Ini murni sosial, tidak ada kepentingan pribai," ujarnya. 
  
Salah seorang pedagang, Faisha Sahar Albarec mengaku Pasar Ramadan ASI tahun ini lebih ramai dan lebih tertata, area pasar dilokalisir sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. 

"Pedagangnya lebih banyak, pengunjungnya pun makin banyak. Alhamdulillah sejak hari pertama ramai. Mudah-mudahan cuaca mendukung sampai akhir Pasar Ramadan," singkatnya. 


Editor : Ahmad Sayuti