201 SMP Negeri dan Swasta di KBB Ditetapkan sebagai SSK, Dua Sekolah ini Raih Juara Provinsi
Ratusan SMP Negeri dan swasta di Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ratusan SMP Negeri dan swasta di Kabupaten Bandung Barat (kbb) telah ditetapkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (ssk).
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) kbb mencatat, sebanyak 201 sekolah yang ditetapkan sebagai ssk.
Bahkan, SMPN 2 Ngamprah meraih juara 2 Apresiasi ssk tahun 2023. Sementara SMPN 3 Cipeundeuy meraih juara 3 Provinsi Apresiasi ssk tahun 2024.
Diketahui, ssk adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
Kabid Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga DP2KBP3A kbb, Erik Harisma mengatakan, pada tahun ini Bandung Barat meraih penghargaan sebagai kabupaten dengan ssk SMP/Sederajat terbanyak.
"Pelaksanaan dan pengembangan program ssk di kbb tidak terlepas dari kerja sama DP2KBP3A kbb dengan Dinas Pendidikan kbb dalam upaya mewujudkan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap isu-isu kependudukan," kata Erik Harisma, Minggu 17 Agustus 2025.
Kerja sama ini, jelas Erik, menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam dunia pendidikan. Baik melalui kegiatan kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, maupun pembinaan karakter siswa.
"Melalui pendekatan ini, para pelajar tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga ditanamkan pemahaman penting mengenai dinamika kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, pembangunan keluarga," jelasnya.
Termasuk, peran generasi muda dalam menyongsong bonus demografi dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, sinergi ini mencerminkan komitmen bersama untuk membentuk sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik.
"Tapu juga peduli dan responsif terhadap tatahan sosial," imbuhnya.
Plt Kepala DP2KBP3A kbb, Wiriawan mengungkapkan, pendidikan terkait kependudukan sejak dini menjadi sangat penting agar generasi muda mampu memahami, mengelola, dan mencari solusi atas permasalahan kependudukan.
"ssk merupakan salah satu program strategis yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam rangka menanamkan nilai-nilai kependudukan sejak dini kepada generasi muda," kata Wiriawan.
Program ssk, terang Wiriawan, bertujuan untuk membangunkan kepada siswa terhadap isu-isu kependudukan yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.
"Misalnya saja pertumbuhan penduduk, bonus demografi, kesehatan reproduksi remaja, kualitas keluarga, hingga pembangunan berkelanjutan," terangnya.
Tak cuma menjadi wadah edukatif, tegas Wiriawan, ssk juga laboratorium mini kependudukan di lingkungan sekolah. Di dalamnya, materi kependudukan diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran melalui pendekatan pembelajaran aktif, kreatif, dan kontekstual.
Menurutnya, memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami isi Kependudukan, tidak hanya secara teoritis tetapi juga melalui praktik nyata yang relevan dengan kondisi sosial di sekitarnya.
"Melalui keberadaan ssk, diharapkan tercipta generasi yang cerdas Kependudukan, sadar akan pentingnya perencanaan kehidupan," tuturnya.
"Termasuk siap berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan penduduk yang berkualitas," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

