Dedi Mulyadi Turun Tangan Merespons Kekesalan Siswi di Kabupaten Bandung Terkait SSK
Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) mencuat, usai seorang siswi di Kabupaten Bandung meluapkan kekesalannya terkait kejelasan program dari Pemprov Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) mencuat, usai salah seorang siswi di Kabupaten Bandung meluapkan kekesalannya terkait kejelasan program dari Pemprov Jabar tersebut.
siswi bernama Kanaya Khumaira Lakonawa tersebut meluapkan kekesalannya di media sosial dan akhirnya viral, lantaran dirinya merasa tidak ada kejelasan terkait program SSK tersebut.
Kanaya mengaku, dirinya telah mengikuti tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) SPMB 2026 pada tahap 1 dan 2. Hasilnya, dirinya dinyatakan tidak lolos untuk masuk sekolah negeri.
Guna memastikan masa depan pendidikannya, Kanaya mencoba mendaftar ke SMK Karya Pembangunan (KP) Baleendah, yang notabene sekolah swasta mitra Pemprov Jabar dalam program SSK. Namun jawaban yang didapatnya dari pihak sekolah, bahwa belum ada kejelasan mengenai subsidi biaya dari program SSK.
Merespon hal ini, Gubernur Dedi Mulyadi mengaku telah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar untuk segera melakukan penelusuran dan berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah.
"Terima kasih buat adik yang cantik dan baik hati, atas seluruh apa yang menjadi keluhannya. Konten kreator Gubernur Jawa Barat sudah menghubungi pihak sekolah melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (12/7/2026).
Berdasarkan hasil komunikasi tersebut kata Dedi, pihak sekolah membantah telah melakukan penolakan terhadap siswa yang bersangkutan. Bahkan, sekolah mengklaim telah menerima banyak peserta didik melalui Program Beasiswa Provinsi Jawa Barat.
"Dan pihak sekolah menyatakan tidak merasa melakukan penolakan, karena sudah banyak siswa yang diterima melalui program Biasiswa Provinsi Jawa Barat," ucapnya.
Menurutnya, siswa yang menyampaikan keluhan itu juga termasuk dalam daftar peserta didik yang telah diterima, melalui skema bantuan pendidikan Pemprov Jabar.
Ia menduga, terjadi miskomunikasi sehingga Kanaya menilai program SSK ini belum jelas. Maka dari itu, pihak sekolah kata dia, telah berupaya menghubungi siswa tersebut untuk memberikan penjelasan, tetapi belum mendapat respons.
"Dan tadi juga Kepala Sekolah SMK KP atau SMK Karya Pembangunan Baleendah sudah menghubungi nomor telepon adik, tapi belum diangkat," katanya.
Guna memastikan persoalan selesai dan tidak berkembang menjadi informasi yang simpang siur, Dedi mengutus langsung jajaran Disdik Jabar untuk bertemu dengan siswa tersebut di sekolah pada hari ini, Minggu (12/7/2026).
Langkah tersebut diambil, agar seluruh pihak dapat memperoleh penjelasan secara terbuka mengenai status penerimaan siswa dan mekanisme bantuan pendidikan yang menjadi haknya.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Salam buat papa dan mamanya. Sehat selalu. Dan satu pesan, jangan marah-marah lagi ya," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

