42 Kali Gempa Selama 2 Hari, BPBD Kabupaten Bogor Rakit Tenda Pengungsian di Pamijahan dan Leuwiliang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor beserta tim gabungan lainnya memasang tenda di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang.

42 Kali Gempa Selama 2 Hari, BPBD Kabupaten Bogor Rakit Tenda Pengungsian di Pamijahan dan Leuwiliang
Hal itu, bagian dari mitigasi bencana gempa bumi selama dua hari terakhir. Dimana, terjadi 42 kali gempa bumi swarm, dangkal atau ringan (tremor) terjadi di wilayah Sukabumi-Bogor, dimana titik pusat gempa di sekitar Pamijahan, Kabupaten Bogor dengan Cipeteuy, Kabupaten Sukabumi. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor beserta tim gabungan lainnya memasang tenda di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang.

Hal itu, bagian dari mitigasi bencana gempa bumi selama dua hari terakhir. Dimana, terjadi 42 kali gempa bumi swarm, dangkal atau ringan (tremor) terjadi di wilayah Sukabumi-Bogor, dimana titik pusat gempa di sekitar Pamijahan, Kabupaten Bogor dengan Cipeteuy, Kabupaten Sukabumi.

Dari 42 kali gempa bumi, 6 kali merupakan gempa utama, sementara 36 kali gempa bumi lainnya masuk kategori susulan 

"Hari ini kami merakit 3 tenda shelter dan 3 tenda family di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, hal ini merupakan mitigasi bencana gempa bumi susulan," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Muhammad Adam Hamdani kepada wartawan, Senin 22 September 2025.

Muhammad Adam Hamdani menambahkan, selain tenda shelter dan tenda family, jajarannya juga menyiapkan tenda terpal untuk warga yang rumahnya agak jauh dari pusat pengungsian.

"Dengan adanya tenda shelter, tenda family dan tenda terpal, jika terjadi gempa bumi, warga langsung mengevakuasi dirinya ke tenda-tenda tersebut," tambahnya.

Ia menjelaskan, selain di Desa Purwabakti dan Ciasihan, Pamijahan. Tenda-tenda tersebut juga dirakit di Desa Purasari, Leuwiliang.

Desa-desa di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, termasuk desa tangguh bencana (Destana), dimana mereka sangat familiar dengan bencana gempa bumi.

Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Bogor dan BMKG Sukabumi, sudah ada 285 jiwa 106 keluarga yang bersiap mengungsi dan sebagian rumahnya mengalami rusak ringan.

"Rumah warga yang mengalami rusak ringan, dari segi kasat mata karena memang struktur bangunannya kurang layak. Namun, nanti jumlah rumah yang rusak akan dikaji lebih lanjut oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP)," jelas Muhammad Adam Hamdani.


Editor : Doni Ramdhani