4.500 Tenaga Kerja Terampil Segera Bekerja di Pabrik Mobil Listrik Subang
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, 4.500 tenaga kerja terampil segera bekerja di pabrik mobil listrik BYD, Kabupaten Subang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, 4.500 tenaga kerja terampil segera bekerja di pabrik mobil listrik BYD, Kabupaten Subang.
Mereka kata Dedi, dalam waktu dekat akan menerima sertifikat keterampilan untuk bekerja di pabrik mobil listrtik tersebut.
“Dalam dua minggu ke depan, saya juga akan memberikan sertifikat pada 4.500 anak-anak yang lagi saya persiapkan untuk kerja di BYD,” ujar Dedi dikutip Rabu 10 September 2025.
Menurutnya, upaya memenuhi kebutuhan investor akan tenaga kerja lokal terampil menjadi salah satu fokus Pemprov Jabar, dalam memberikan kenyamanan pada industri. Baginya penting untuk menyiapkan pelayanan baik urusan perizinan, tenaga kerja hingga lahan agar perekonomian daerah bergerak, lapangan kerja terbuka.
“Jadi hari ini satu, saya mencoba membuka investasi untuk ramah masuk di Jawa Barat. Saya ngurus perizinannya tidak boleh berliku-liku dan berlama-lama. Saya ngurus bagaimana keamanannya dipastikan aman. Tidak boleh ada premanisme. Negara harus hadir dalam setiap hal,” ucapnya.
Lalu, pihaknya juga ingin memberikan kepastian pada investor terkait urusan pengadaan lahan yang harus lancar. Ketiga mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk mengisi kebutuhan lowongan di industri tersebut.
“Pemerintah harus punya rencana itu. Dalam setiap waktu dia harus bisa membaca, menjemput, membaca, menjemput, membaca, menjemput,” imbuhnya.
Dedi berharap, Jawa Barat bisa menjadi provinsi yang ramah investasi dan bisa melahirkan SDM-SDM industri yang profesional dan handal.
Sebelumnya diakui Dedi, persoalan tenaga kerja belum optimal karena industri atau investor terbentur urusan perizinan. Jika pihaknya tidak proaktif, maka rencana penanaman modal dan pembukaan lapangan pekerjaan akan mengalami perlambatan.
“Kan kalau tidak rajin gubernurnya mengorkestrasi turun ke bawah, ngurusin pembebasan perizinan naik lagi ketemu menteri,” tuturnya.
Dia kembali mencontohkan urusan yang membelit BYD dan Vinfast terkait lahan pertanian di Subang yang belum terselesaikan selama 10 bulan terakhir. Dirinya mengambil inisiatif menemui Menteri Pertanian untuk menuntaskan urusan ini.
“Kayak kemarin saya menemui Menteri Pertanian, itu kan problemnya lama banget mungkin sudah 10 bulan kebelakang enggak selesai-selesai. Saya take over langsung bertemu menteri cari solusi,” katanya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

