7-Eleven Taiwan Gugat Kim Soo Hyun Sebesar Rp70 Miliar Atas Kerugian yang Dialami Perusahaan
Pihak 7-Eleven Taiwan menggugat Kim Soo Hyun sebesar Rp70 miliar karena alami kerugian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini, beberapa pengiklan telah memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan aktor Kim Soo Hyun.
Dan yang terbaru, dilaporkan bahwa 7-Eleven Taiwan sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap aktor Kim Soo Hyun.
Langkah tersebut diambil setelah rencana kerja sama dengan Kim Soo Hyun tiba-tiba dibatalkan karena kontroversi yang berkembang terkait kehidupan pribadinya.
7-Eleven Taiwan awalnya bersiap meluncurkan berbagai macam produk termasuk makanan, minuman, dan suvenir yang menampilkan Kim Soo Hyun sebagai model promosi.
Kampanye tersebut juga akan menyertakan penampilan Kim Soo Hyun di sebuah acara festival besar di Kaohsiung pada bulan Maret.
Namun, menyusul reaksi keras publik atas dugaan hubungannya dengan seorang anak di bawah umur, merek tersebut menghentikan semua kegiatan promosi dan produksi.
Menurut laporan, total Kerugian finansial yang dialami 7-Eleven Taiwan diperkirakan mencapai 130 juta dolar Taiwan (sekitar 6 miliar KRW atau Rp70 miliar).
Ini termasuk Kerugian dari penghentian inventaris produk dan pembatalan kampanye pemasaran.
Perusahaan tersebut kini dilaporkan tengah mempertimbangkan gugatan hukum terhadap agensi Kim Soo Hyun untuk mendapatkan ganti rugi ini, dengan alasan kerusakan reputasi dan Kerugian finansial langsung.
Meskipun pernyataan resmi dari 7-Eleven Taiwan belum dirilis, orang dalam mengindikasikan bahwa persiapan hukum sedang dilakukan.
Kontroversi berpusat di sekitar tuduhan bahwa Kim Soo Hyun mempertahankan hubungan romantis dengan Kim Sae Ron, dimulai ketika dia berusia 15 atau 16 tahun.
Pada saat itu, Kim Soo Hyun berusia 28 tahun, yang telah menyebabkan kritik dan pengawasan hukum yang meluas.
Tuduhan itu diperkuat oleh keluarga yang ditinggalkan dari individu yang meninggal yang berbagi foto, surat tulisan tangan, dan rekaman audio melalui saluran YouTube Garosero Research Institute, yang mengklaim memberikan bukti hubungan tersebut.
Sebagai tanggapan, Kim Soo Hyun mengadakan konferensi pers, mengakui hubungan dengan almarhum tetapi dengan tegas menyangkal bahwa itu terjadi saat dia masih di bawah umur.
Sejak itu dia mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap keluarga yang ditinggalkan dan Kim Se-ui, operator saluran YouTube, menuduh mereka menyebarkan informasi palsu.
Sebelum skandal tersebut, Kim Soo Hyun tengah berada dalam puncak kariernya setelah perannya dalam drama populer tvN 'Queen of Tears'.
Kim Soo Hyun terlibat aktif dalam berbagai kampanye iklan di berbagai sektor, termasuk mode, kosmetik, makanan, elektronik, dan merek mewah.
Selain potensi tindakan hukum di Taiwan, Kim Soo Hyun juga dilaporkan menghadapi tuntutan hukum dari sejumlah pengiklan Korea Selatan.
Kerugian yang dituntut oleh perusahaan-perusahaan ini diperkirakan mencapai sekitar 6 miliar KRW, yang memperburuk masalah hukum dan reputasi sang aktor saat ini.
Ketika merek domestik dan internasional mempertimbangkan kembali kemitraan mereka dengan Kim Soo Hyun, dampak penuh kontroversi terhadap kariernya masih harus dilihat.***
Editor : Irma Nurfajri


