Tzuyu TWICE Pulang ke Taiwan dengan Konser Grup, Mantan Presiden Langsung Sambut sang Idola
Kepulangan Tzuyu TWICEdengan konser grup disambut langsung oleh mantan Presiden dan penggemar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepulangan Tzuyu TWICE ke tamah airnya Disambut besar-besaran oleh Penggemar hingga Mantan Presiden.
Sebagai ungkapan rasa bangga dan kekaguman Penggemar yang mengharukan, Tzuyu TWICE kembali ke Taiwan bersama grupnya untuk Konser pertama mereka di tanah kelahirannya setelah lebih dari satu dekade.
Acara ini bukan sekadar perhentian dalam tur grup, melainkan berubah menjadi perayaan nasional, lengkap dengan sambutan resmi dari Mantan Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen, yang disiarkan di televisi nasional.
"Mantan Presiden Taiwan & Wali Kota Kaohsiung berambut biru menyambut kepulangan Tzuyu:
Setelah 10 tahun, putri kami di Taiwan, Tzuyu, akhirnya pulang kampung untuk Konser pertamanya.
Saya yakin setiap ONCE sangat tersentuh & bahagia bisa mendukungnya di tanah kelahirannya."
"Dua hari terakhir ini, linimasa saya dipenuhi unggahan tentang TWICE," tulis Tsai Ing Wen di media sosial, mengenang kehebohan luar biasa seputar Konser tersebut.
"Meskipun saya tidak hadir langsung, saya merasa seperti bagian dari kerumunan," tambah sang Mantan Presiden.
Bagi banyak Penggemar, yang dikenal sebagai ONCE, Konser-Konser tersebut merupakan tonggak sejarah yang emosional.
Tzuyu, yang debut bersama TWICE pada tahun 2015, belum pernah menggelar pertunjukan solo di Taiwan sejak debutnya.
Kepulangannya, yang ditandai dengan sorak sorai Penggemar dan tiket Konser yang terjual habis di Kaohsiung, Disambut dengan sukacita nasional.
"Semua saluran berita di Taiwan dimulai dengan 'Ribuan Penggemar menyambut Tzuyu di bandara'. Presiden Taiwan menyambut kepulangannya, setiap saluran membicarakan TWICE sepanjang hari, dan sekarang mereka bahkan menyiarkan langsung stan merchandise. Saya belum pernah menyaksikan pemandangan seperti ini."
Tsai memuji upaya Wali Kota Chen Chi Mai dan pemerintah daerah dalam mengelola gelombang besar Penggemar.
Dengan lebih dari 350.000 orang menggunakan sistem kereta bawah tanah Kaohsiung, sebuah rekor untuk tahun ini, para pejabat berhasil membubarkan kerumunan sepenuhnya hanya dalam 90 menit, sebuah prestasi tersendiri.
Mantan Presiden tersebut melanjutkan, "Kembalinya Tzuyu bukan sekadar Konser. Ini melambangkan betapa banyaknya orang Taiwan yang bersinar di bidangnya masing-masing, menunjukkan kepada dunia siapa kita."
Konser TWICE di Taiwan terbukti lebih dari sekadar kesuksesan musikal. Konser ini kembali menghidupkan perbincangan tentang identitas budaya, kisah sukses anak muda, dan pengaruh global idola K-pop seperti Tzuyu, yang tetap berakar kuat pada warisan mereka sembari memukau panggung dunia.***
Editor : Irma Nurfajri


