81 Polisi Terluka Saat Amankan Demo di Jabar, Empat Diantaranya Naik Pangkat Luar Biasa
Sebanyak 81 anggota Polda Jawa Barat mengalami luka-luka saat mengamankan unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025. Empat dari mereka mendapat kenaikan pangkat luar biasa sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dalam menjalankan tugas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 81 anggota Polda jawa barat mengalami luka-luka saat mengamankan unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025. Empat dari mereka mendapat kenaikan pangkat luar biasa sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dalam menjalankan tugas.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut, penghargaan ini diberikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, kenaikan pangkat luar biasa itu merupakan bentuk apresiasi terhadap pengorbanan dan profesionalisme anggota dalam menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
"Itu adalah bentuk reward dari pimpinan Polri. Pak Kapolri memberikan penghargaan atas dedikasi teman-teman yang telah dengan ikhlas menjalankan tugas menjaga kamtibmas, melindungi, mengayomi, dan mengamankan jalannya unjuk rasa," ujar Rudi di Mapolda Jawa Barat, Senin (8/9/2025).
Kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut menyebabkan puluhan anggota kepolisian mengalami luka-luka. Sebagian besar luka diakibatkan lemparan benda tumpul, pukulan, hingga benturan keras. Empat polisi yang menerima kenaikan pangkat disebut mengalami luka berat.
Adapun anggota yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa yakni Nova Bhayangkara dari Polres Cianjur (AKP ke Kompol), Sandy Tatiady Koswara dari Polres Karawang (Aiptu ke Ipda), Sherlyta Putri Rabbania dari Polda Jabar (Bripda ke Briptu), dan Adzulfaqqor dari Polres Indramayu (Bripda ke Briptu).
Dalam upacara di Mapolda Jawa Barat, Sandy hadir dengan perban di kepala dan duduk di kursi roda. Ia menceritakan bahwa cedera parah di kepalanya dialami saat bertugas mengamankan demo di depan Mapolres Karawang.
"Saya terkena lemparan batu atau benda keras saat pengamanan unjuk rasa hari Jumat," katanya.
Rekan-rekannya langsung mengevakuasi Sandy ke masjid terdekat untuk pertolongan pertama sebelum dirujuk ke RS Kramat Jati. Di sana, ia menjalani operasi penggantian tempurung tengkorak dengan titanium.
"Tempurung tengkorak saya hancur, dioperasi di rumah sakit Kramat Jati, diganti titanium," ujarnya.
Meski mengalami luka serius, Sandy mengaku bersyukur atas kenaikan pangkat yang diterimanya.
"Alhamdulillah, ada hikmahnya dari musibah ini," katanya.
Sementara itu, Adzulfaqqor mengalami patah tulang pergelangan tangan kanan saat mencoba mengamankan seorang demonstran yang diduga berbuat anarkis di depan gerbang Polres Indramayu.
Editor : Ahmad Sayuti
