Aep Koordinasi dengan Dedi Mulyadi Mencari Solusi Jalan Penuh Lubang Pantura 

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mendengar keluhan warga soal banyak lubang di jalan Pantura dari Kecamatan Klari hingga Jatisari.

Aep Koordinasi dengan Dedi Mulyadi Mencari Solusi Jalan Penuh Lubang Pantura 
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mendengar keluhan warga soal banyak lubang di jalan Pantura dari Kecamatan Klari hingga Jatisari. /INILAHKORAN-Nila Kusuma

INILAHKORAN.ID - Bupati Karawang Aep Syaepuloh mendengar keluhan warga soal banyak lubang di jalan Pantura dari Kecamatan Klari hingga Jatisari. Menurut Aep, jalan tersebut merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat.

Aep mengakui para pengguna jalan tersebut khawatir lantaran lubang sudah semakin banyak. Ini jalan nasional bukan kewenangan Pemkab Karawang untuk memperbaiki.

"Kami sudah komunikasi dengan Satker PPK 1.1 Jabar selaku penangggungjawab untuk segera diperbaiki. Karena jalan Pantura Karawang setiap hari banyak dilalui kendaraan besar bahaya buat warga Karawang," kata Bupati Aep Syaepuloh, Senin 9 Februari 2026.

Menurut Aep dia bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah berkomunikasi dengan Dirjen Kementerian PU beberapa waktu lalu dan pihak PU memastikan jalan Pantura dari mulai Kecamatan Klari hingga Jatisari akan dilakukan rekontruksi bukan sekadar tambal sulam.

"Itu jawaban mereka ketika kami datang menanyakan rencana perbaikan jalan Pantura Klari - Jatisari," katanya.

Berdasarkan pemantauan, Jalan Pantura dari Kecamatan Klari hingga Jatisari berbahaya buat pengendara roda dua. Lubang jalan yang tersebar di mana mana cukup dalam hingga banyak terjadi kecelakaan.

Apalagi jalan tersebut banyak dilalui kendaraan besar sehingga ketika terjadi kecelakaan sering melibatkan motor dan kendaraan besar. Dalam beberapa kasus kecelakaan mengakibatkan korban tewas.

Seperti dikatakan Imam (35) pengemudi ojek online yang setiap harinya melewati jalan tersebut mengatakan jalan Pantura sepanjang Klari hingga Jatisari sudah berbahaya.

Warga yang melewati jalan tersebut harus sangat berhati -hati. "Banyak lubang di mana-mana dan cukup dalam. Apalagi saat turun hujan jalan menjadi licin dan lubangnya tidak kelihatan sering terjadi kecelakaan," kata Imam.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Kawaslap PPK 1.1 Jabar, Dedi Permayadi, mengatakan pihaknya sudah melakukan penyisiran jalan Pantura Klari hingga  Jatisari sepanjang 95 Km ditemukan sebanyak 361 lubang yang sudah selesai disisir.

Pihaknya juga mengaku sudah mulai melakukan penambalan lubang (patching) menggunakan cold.mix atau Hot Mix (CAP).

Dedi juga memastikan rekonstruksi jalan tidak bisa dilakukan semuanya karena terbatas oleh anggaran. Paling banyak hanya dilakukan dengan cara pemeliharaan saja.

"Kebijakan pemerintah terkait efesiensi anggaran jadi banyak yang harus dipangkas. Jadi kami tidak bisa melakukan rekontruksi jalan semuanya," kata Dedi.***


Editor : JakaPermana