Bupati Karawang Selamatkan 8 Orang Diduga Korban TPPO

Delapan orang korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dipekerjakan diperkebunan tebu, Ogan Komering Iril (OKI) asal Karawang bisa dipulangkan.

Bupati Karawang Selamatkan 8 Orang Diduga Korban TPPO
Bupati Karawang Aep Syaepuloh/ INILAHKORAN-Nila Kusuma

INILAHKORAN.ID-  Delapan orang korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dipekerjakan diperkebunan tebu, Ogan Komering Iril (OKI) asal Karawang, akhirnya bisa dipulangkan.

Korban berhasil dijemput pulang ke Karawang setelah Bupati Karawang Aep Syaepuloh turun tangan dengan mengerahkan sejumlah instansi untuk membawa pulang para korban.


Bupati Aep Syaepuloh menuturkan 8 orang yang merupakan warga Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Korban semula di iming-imingi pekerjaan sebagai penebang tebu dengan upah sebesar Rp 420 ribu per harinya. Namun sesampainya dilokasi korban memang dipekerjakan sebagai buruh penebang tebu. Namun upah yang dijanjikan sebesar Rp 420 ribu tidak sesuai harapan. Malah para korban diupah secara borongan dan sangat minim jauh dari biaya hidup setiap harinya


" Saya mendapat laporan ada warga Karawang yang diduga menjadi korban TPPO segera menangani. Sejumlah instansi seperti Dinas Sosial, Disnaker dan Baznas agar segera memulangkan mereka. Alhamdulilah mereka sudah bisa kembali pulang sampai Karawang," kata Aep Syaepuloh, Kamis (7/5/26).


Aep mengatakan untuk memulangkan korban TPPO dari Ogan Komering Ilir (OKI) ke Karawang butuh perjuangan ekstra. Pasalnya pihak perusahaan menolak mengembalikan korban ke Karawang. Perusahaan yang mendatangkan korban bertahan untuk mempekerjakan korban di perkebunan tebu. " Akhirnya kita utus Baznas Karawang memulangkan korban. Korban bisa dipulangkan ke Karawang asal menggantikan biaya operasional mendatangkan korban dari Karawang ke OKI. Jumlah biaya sebesar Rp 3 juta perorang," katanya.


Menurut Aep upaya memulangkan korban akhirnya berhasil dan korban dijemput dari tempat kerjanya langsung ke Karawang. Sesampainya di Karawang para korban ini langsung disambut langsung Bupati Aep bersama jajarannya. "Alhamdulilah mereka sudah kembali ke Karawang. Kejadian ini menjadj pelajaran penting buat kita agar tidak mudah dengan Iming-iming gaji besar. Saya meminta warga Karawang agar berhati-hati dan tidak mudah percaya ajakan kerja yang tidak jelas asal usulannya," katanya.


Aep mengatakan dari cerita korban mereka dipekerjakan dari pukul 05.00 WIB hingga maghri ditengah panas terik atau hujan tanpa perlindungan berteduh yang layak. Meski begitu korban memiliki daya tahan luar biasa hingga mereka bisa dipulangkan. Bupati Aep mengaku Pemkab Karawang bukan hanya memulangkan korban pulang ke Karawang, namun juga membantu korban mendapatkan pekerjaan di Karawang. "Nanti Disnaker Karawang akan mengurus mereka untuk bekerja," katanya. ***


Editor : JakaPermana