Agar Harta Tak Potensi Bahaya Malah Dulang Pahala
HARTA ketika dipegang oleh orang yang tidak memiliki taqwa bisa berpotensi bahaya. Karena itu, beliau menyarankan, siapa yang siap kaya, harus siap bertaqwa. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
HARTA ketika dipegang oleh orang yang tidak memiliki taqwa bisa berpotensi bahaya. Karena itu, beliau menyarankan, siapa yang siap kaya, harus siap bertaqwa. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
"Tidak masalah adanya kekayaan bagi orang yang bertaqwa." (Ahmad 23158 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)
Bahkan sampaipun ketika kita hendak memberikan harta ke orang lain, upayakan memilih orang yang bertaqwa. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Jangan mengambil teman dekat kecuali orang mukmin, dan jangan makan makananmu kecuali orang yang bertaqwa." (HR. Ahmad 11337 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)
Hadis ini tidaklah menunjukkan bahwa kita dilarang memberi makan orang yang tidak bertaqwa. Kita boleh memberi makan orang kafir, sebagaimana Allah memuji muslim yang memberi makan tawanan. Dan tawanan bagi para sahabat adalah orang kafir.
Allah berfirman, "Mereka memberi makanan yang paling dia sukai kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan." (QS. al-Insan: 8).
Lalu apa makna hadis ini? Sebagian ulama seperti Imam Ibnu Baz, Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad dan yan lainnya memahami, maksud dari hadis ini adalah perbanyaklah berteman dekat dengan orang yang bertaqwa. Karena ketika hartamu lari keluar, penerimanya adalah kawan dekatmu.
Ketika menerima harta kita adalah orang yang rajin menghafal al-Quran, maka harta yang kita berikan kepada mereka akan berubah menjadi amalan hafalan al-Quran. Demikian pula ketika harta itu kita berikan kepada orang soleh lainnya. (Inilahcom)
Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]
Editor : Bsafaat

