Agensi Kim Soo Hyun Buka Suara, Ibunda Kim Sae Ron Justru Tak Akan Rilis Foto Lagi?
ibu Kim Sae Ron angkat bicara melalui saluran YouTube Garosero Research Institute untuk mengklarifikasi situasi dan membela nama baik putrinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Aktor Kim Soo Hyun baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi melalui agensinya, GOLD MEDALIST, yang mengonfirmasi bahwa hubungannya dengan mendiang aktris Kim Sae Ron dimulai setelah Sae Ron mencapai usia dewasa.
Menanggapi pernyataan tersebut, ibu Kim Sae Ron angkat bicara melalui saluran YouTube Garosero Research Institute untuk mengklarifikasi situasi dan membela nama baik putrinya.
Dalam pernyataannya, ibu Kim Sae Ron mengungkapkan kesedihannya atas perjuangan panjang dan kesepian yang dialami putrinya, terutama setelah Sae Ron mengunggah foto dirinya bersama Kim Soo Hyun.
Foto tersebut, menurut sang ibu, merupakan upaya untuk mendapatkan respons dari aktor tersebut yang telah memutuskan semua kontak dengannya.
Ia menekankan bahwa Sae Ron tidak pernah berbohong kepada media atau terlibat dalam kegiatan yang dituduhkan, seperti berjudi atau berpura-pura bekerja paruh waktu untuk mendapatkan simpati publik.
Selain itu, ia mengecam agensi GOLD MEDALIST dan beberapa YouTuber yang disebutnya sebagai "perusak dunia maya" karena menyebarkan laporan palsu yang merusak reputasi putrinya.
Ibu Kim Sae Ron juga menyatakan bahwa keluarganya tidak pernah menyia-nyiakan pendapatan yang diperoleh Sae Ron, menanggapi rumor bahwa keluarga telah menghabiskan ratusan juta yang dihasilkan oleh putrinya.
Ia menekankan bahwa selama tiga tahun terakhir, Sae Ron menanggung beban serangan dan komentar kebencian sendirian, tanpa dukungan agensi yang kuat atau bantuan hukum yang memadai.
Pernyataan ini muncul setelah serangkaian kontroversi yang melibatkan Kim Sae Ron, termasuk insiden DUI pada tahun 2022 dan rumor hubungan dengan Kim Soo Hyun.
Ibu Sae Ron berharap klarifikasi ini dapat memulihkan kehormatan putrinya dan menghentikan penyebaran informasi yang tidak akurat tentangnya.
Editor : Firda Rachmawati


