Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin Rebutkan Kursi Ketua Golkar Jabar

Menjelang Musda Partai Golkar Jabar awal April 2026, Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin bertarung memperebutkan kursi ketua.

Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin Rebutkan Kursi Ketua Golkar Jabar
Dua tokoh tersebut yakni Ahmad Hidayat anggota DPRD Jabar sekaligus Ketua AMPI Jabar dan Daniel Mutaqien Syafiuddin anggota DPR yang memiliki rekam jejak panjang di level nasional. (tangkapan layar)

INILAHKORAN.ID - Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Jabar awal April 2026, suhu politik internal partai beringin kian meningkat.

Kontestasi menuju kursi Ketua DPD Golkar Jabar mengerucut pada dua nama kuat yang siap bertarung habis-habisan.

Dua tokoh tersebut yakni Ahmad Hidayat anggota DPRD Jabar sekaligus Ketua AMPI Jabar dan Daniel Mutaqien Syafiuddin anggota DPR yang memiliki rekam jejak panjang di level nasional.

Pertarungan itu tak sekadar soal perebutan jabatan, melainkan juga adu pengaruh antara kekuatan akar rumput dan jaringan elite nasional.

Ahmad Hidayat tampil percaya diri dengan menyebut telah mengamankan dukungan mayoritas dari DPD kabupaten/kota. Berdasarkan informasi yang berkembang, sebanyak 19 dari 27 DPD disebut telah berada di barisan pendukungnya.

Jika klaim tersebut bertahan hingga Musda, posisi Ahmad jelas berada di atas angin. Namun, delapan DPD yang belum menentukan sikap menjadi ruang krusial yang masih bisa diperebutkan.

Di sinilah peluang Daniel Mutaqien Syafiuddin terbuka. Dengan pengalaman dan jejaring luas, dia diyakini masih mampu membalikkan keadaan melalui konsolidasi intensif di detik-detik akhir.

Dinamika internal Golkar Jabar masih sangat fleksibel. Pergeseran dukungan bukan hal mustahil, terutama dalam momentum krusial seperti Musda.

Kontestasi ini menghadirkan dua karakter kepemimpinan yang kontras. Ahmad Hidayat merepresentasikan kekuatan struktural. 

Dia tumbuh dari internal partai di daerah dan memiliki kedekatan kuat dengan pengurus DPD kabupaten/kota. Kariernya di DPRD Jabar serta peran strategis di Fraksi Golkar dan AMPI mempertegas posisinya sebagai kader yang berakar.

Sebaliknya, Daniel Mutaqien Syafiuddin hadir dengan modal jejaring nasional. Pengalamannya sebagai anggota DPR lintas periode, serta keterlibatan di DPP Golkar, Soksi, hingga organisasi pengusaha, menjadikannya figur dengan daya jangkau politik yang luas.

Pertarungan ini pun dipandang sebagai benturan antara kekuatan mesin partai di daerah melawan pengaruh jaringan elite nasional.

Musda Golkar Jabar 2026 diprediksi menjadi momentum strategis yang akan menentukan arah politik partai di tingkat provinsi. Siapa pun yang terpilih, akan memegang kendali dalam menyusun strategi menghadapi agenda politik ke depan.

Ketua Steering Commitee (SC) Musda Partai Golkar Jabar Yod Mintaraga menyampaikan, pelaksaan Musda sedang menunggu arahan dari DPP Partai Golkar.

“Menunggu arahan DPP (Partai Golkar),” tegas Yod, Senin (30/3/2026).

Dengan waktu yang semakin mepet, intensitas lobi politik dipastikan meningkat tajam. Konsolidasi internal, negosiasi dukungan, hingga manuver senyap menjadi bagian tak terpisahkan dari proses menuju hari pemilihan.

Hingga kini, belum ada kepastian siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Namun satu hal jelas, duel antara Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin akan menjadi penentu arah baru Golkar Jabar ke depan.


Editor : Doni Ramdhani