Air Jernih Kembali Mengalir

Air Jernih Kembali Mengalir
PEMELIHARAAN: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor gencar melakukan pemeliharaan berkala pada jaringan pengolahan air minum.

INILAH, Bogor - Air yang biasanya mengalir jernih dari keran tiba-tiba berubah warna. Bagi pelanggan, perubahan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi air keruh menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di balik jaringan yang selama ini bekerja tanpa banyak terlihat.

Kondisi tersebut sempat dirasakan sejumlah pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Kekeruhan air terjadi setelah perusahaan melakukan pemeliharaan berkala pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Intake Pasir Angin.

Pemeliharaan memang tidak selalu terlihat oleh pelanggan. Namun, pekerjaan di balik sistem pengolahan dan distribusi air tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga jaringan tetap andal dan mampu memasok kebutuhan air minum dalam jangka panjang.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemeliharaan.

“Proses pemeliharaan sistem pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Intake Pasir Angin beberapa waktu lalu berdampak sementara pada kualitas fisik air yang terdistribusi ke rumahrumah warga,” kata Rino, Kamis (17/9).

Menurutnya, kekeruhan yang muncul di sejumlah wilayah pelayanan merupakan dampak dari kegiatan pemeliharaan berkala.

Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas proses pengolahan sekaligus memastikan keandalan pasokan air minum.

“Kondisi air yang mengalami kekeruhan di beberapa wilayah pelayanan terjadi akibat adanya kegiatan pemeliharaan berkala pada IPA kami. Hal ini penting dilakukan demi menjaga kualitas pengolahan dan keandalan pasokan air minum,” tambahnya.

Ketika air belum kembali jernih, pekerjaan berikutnya berpindah dari instalasi menuju jaringan distribusi.

Perumda Tirta Pakuan mengerahkan sekitar 40 orang tim teknis ke lapangan untuk menangani dampak kekeruhan tersebut.

(rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran