Ajak Anak Muda Berkreasi, Ledia Hanifa Dorong Kejayaan Musik Parodi Bangkit Kembali

Festival Musik Parodi ini juga sebagai upaya kembali mendorong wisata ekonomi kreatif agar kian berkembang pasca pandemi yang melanda.

Ajak Anak Muda Berkreasi, Ledia Hanifa Dorong Kejayaan Musik Parodi Bangkit Kembali

INILAHKORAN, Bandung -Anak muda Indonesia era 90-an siapa tak kenal dengan Padhayangan Project yang pernah jaya lewat lagu-lagu parodi-nya. Musik parodi, kini kembali dibangkitkan kembali oleh sosok Ledia Hanifa Amaliah dengan melibatkan anak muda Kota Bandung.

Ledia Hanifa Amaliah yang merupakan Anggota DPR RI bersinergi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar festival musik parodi dengan nama BISAFest di Aston Topicana Cihampelas, Kota Bandung, Sabtu 6 Mei 2023.

festival musik parodi ini juga sebagai upaya kembali mendorong wisata ekonomi kreatif agar kian berkembang pasca pandemi yang melanda. 

Juri yang dihadirkan dalam festival tersebut adalah Daan Aria dan Iang Darmawan yang notabene personil Padhyangan Project.

Ledia Hanifa mengatakan, festival musik parodi sengaja digelar di Bandung karena Kota Kembang merupakan gudangnya orang-orang dengan musikalitas jempolan. 

"Kita sengaja ambil sesuatu yang sebenarnya anak-anak sudah biasa sering melakukan dengan cover dan segala macem. Tapi seni pertunjukannya perlu dikuatkan, makanya narasumbernya memang dari Padhyangan Project," kata Ledia usai acara.

Legislator RI ini melihat, tak sedikit anak muda memiliki suara emas namun masih bingung memilih genre musik, khususnya parodi. Dengan adanya saluran ini, diharapkan bisa membuka cakrawala anak muda Kota Bandung.

"Ini sebenarnya membuka wawasan aja ke anak-anak, bahwa ini bisa jadi bagian salah satu genre musik yang dikembangkan dari ekonomi kreatif dan bisa saja berkembang jadi industrinya," ujar Ledia.

Menurut Ledia, para peserta festival tersebut sangat kreatif, baik dalam memilih lagu dan penyesuaian tren. Bagi para orangtua mungkin saja tidak masuk, akan tetapi kata Ledia, mereka tahu segmentasinya ke mana.

"Mereka latihannya tinggal dikembangkan dengan lebih baik. Berani melakukan ini saja sudah luar biasa. Mereka punya pengalaman tampil," jelasnya.

Dikatakan Ledia, pengembalian kondisi ekonomi harus terus digencarkan pasca pandemi khususnya sisi ekonomi kreatif. Parodi ini jadi bagian yang bisa jadi masuk dalam saluran kritik sosial.

"Mahasiswa itu bisa melakukan banyak kritik melalui parodi tidak cuman demo. Jadi mereka bisa melakukannya dengan cara masing-masing," ucapnya.

Di mata Ledia, milenial saat ini cenderung mengarah ke komika atau stand up comedy. Musik parodi ini termasuk pada sisi lainnya dan itu perlu dikuatkan.

Sebab, lanjut Ledia, musik parodi bukan tren baru. Terlebih Bandung adalah gudannya seni musik.

"Ini PR kita ke sini untuk mentrigger lagi anak-anak muda kemudian mengembangkan musikalitasnya mereka, dengan parodi, sindiran yang sebenarnya halus tapi tajam, membuat orang jadi ingat," tuturnya. (Riantonurdiansyah) 


Editor : Ahmad Sayuti