Ajak Warga Nabung Sampah, DLH Kota Bandung Hadirkan BSI Go di Pocari Sweat Run 2025
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menghadirkan, layanan Bank Sampah Induk (BSI) Go dalam rangkaian acara Pocari Sweat Run 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menghadirkan, layanan Bank Sampah Induk (BSI) Go dalam rangkaian acara Pocari sweat run 2025. Program ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung pada 16 hingga 19 Juli 2025 di Kiara Artha Park, Jalan Banten, Kebonwaru, Kota Bandung. Layanan dibuka setiap hari mulai pukul 13.30 hingga 17.00 WIB.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, BSI Go merupakan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses program menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi.
"Kami ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa sampah, terutama yang anorganik bukanlah limbah tak bernilai. Melalui BSI Go, warga bisa mulai menabung dari rumah dengan cara yang mudah dan menguntungkan," kata Darto, Rabu 17 Juli 2025.
Menurut ia, masyarakat cukup membawa KTP dan sampah anorganik yang telah dipilah untuk bisa langsung mendaftar sebagai nasabah Bank Sampah Induk di lokasi acara. Layanan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Masyarakat hanya perlu membawa jenis sampah yang sesuai dengan katalog yang telah ditentukan.
Jenis sampah yang diterima antara lain plastik (botol PET, tutup galon, paralon, blowing, plastik sablon, CD, plastik bening, kantong plastik), kertas (koran, kardus, arsip, tetrapack, dupleks), kaca yang tidak pecah (botol kaca dan botol skincare), logam dan besi (kaleng, aluminium, tembaga, anhas, besi campur) serta kategori lain seperti minyak jelantah, bubble wrap, karpet dan karung plastik.
Tak hanya menabung sampah, pihaknya juga membuka layanan konsultasi bagi warga yang ingin membentuk unit bank sampah di lingkungan tempat tinggal, sekolah atau komunitas mereka.
“Kami menyediakan panduan lengkap, mulai dari pembentukan struktur, sistem pencatatan hingga tata kelola operasional. Harapannya, kesadaran kolektif ini bisa meluas hingga ke lingkungan terkecil,” ucapnya.
Ia mengatakan, informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui nomor Bank Sampah Induk Kota Bandung di 0821-2055-0453 atau dengan mengikuti akun media sosial resmi DLH Kota Bandung di @bdg.DLH.
Darto berharap, partisipasi aktif warga dalam kegiatan ini bisa menjadi langkah kecil namun berarti dalam upaya menjaga lingkungan sekaligus membuktikan bahwa sampah rumah tangga bisa memberi manfaat ekonomi jika dikelola dengan baik. *
Editor : Ahmad Sayuti


