Ajarkan Siswa Peduli Sesama, Darul Hikam Himpun Rp200 Juta untuk Korban Palestina
Perang yang terjadi Palestina, menuai simpati banyak pihak termasuk Darul Hikam. Mengingat banyak manusia tak berdosa menjadi korban kebiadaban Israel.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Perang yang terjadi Palestina, menuai simpati banyak pihak termasuk Darul Hikam. Mengingat banyak manusia tak berdosa menjadi korban kebiadaban Israel.
Merespon hal ini, Yayasan Darul Hikam mengajak para siswa untuk bersama-sama menghimpun donasi, guna membantu masyarakat Palestina yang menjadi korban. Salah satu harapannya, untuk mengajarkan para siswa untuk Peduli pada sesama manusia yang sedang kesusahan.
Dalam jangka waktu dua minggu, para siswa berhasil mengumpulkan uang Rp200.852.055 bagi korban di Palestina. Dimana nantinya donasi ini akan diserahkan pada Lazis Darul Hikam, lalu selanjutnya disalurkan kepada lima lembaga kredibel, salah satunya Duta Besar Palestina untuk Indonesia.
Ketua Yayasan Darul Hikam Sodik Mudjahid mengatakan, agenda ini sejatinya bukan pertama kali dilakukan oleh siswa, termasuk membantu para korban di Palestina.
"Jika masih darurat, In Syaa Allah kami akan menggalang lagi. Ini semua uang, yang menangani anak-anak (siswa)," ujarnya di Kota Bandung, Jumat 27 Oktober 2023.
Sementara terkait sikap Pemerintah Indonesia akan konflik di Palestina tersebut, Anggota DPR RI ini menilai patut diapresiasi karena Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menyatakan ketidaksukaannya akan peperangan ini.
Dia pun berharap, pemerintah dapat terlibat aktif dengan memberikan bantuan serta diplomasi pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), agar segera turun tangan menghentikan perselisihan berdarah tersebut.
"Pernyatan sudah cukup bagus, presiden, menlu. Tapi yang dituntut oleh masyarakat adalah dikirimnya serdadu atau tentara untuk menjaga perdamaian. Harapan masyarakat yang sehat tapi mungkin pemerintah sedang mengkajinya. Jadi sekarang yang dilakukan sudah cukup bagus. Kalau tidak bisa, perbanyak bantuan obat, makanan dan perkuat diplomasi kita di PBB untuk memberikan tekanan pada Israel. Diplomasi dan bantuan konkret," tandasnya. (Yuliantono)***
Editor : JakaPermana


