Akses Ojek Online Dibatasi: Bandara Buka Aturan Dijaga

BANDARA Husein Sastranegara bersiap kembali melayani penerbangan. Bersamaan dengan itu, aturan baru bagi transportasi online mulai disiapkan.

Akses Ojek Online Dibatasi: Bandara Buka Aturan Dijaga
AKSES DIATUR: Petugas bandara berpatroli menjelang reaktivasi di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Kini, bandara tersebut bersiap kembali melayani penerbangan. Bersamaan dengan itu, aturan baru bagi transportasi online juga mulai disiapkan. Akses akan diatur melalui sistem kuota dan mekanisme pendaftaran agar aktivitas penjemputan tetap tertib.

Oleh : Cesar Yudistira

Kembalinya aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara tak hanya membawa harapan bagi dunia penerbangan. Di darat, pemerintah dan pengelola bandara juga mulai menyiapkan tata kelola baru bagi transportasi yang akan melayani penumpang, termasuk ojek online.

Saat bandara kembali beroperasi penuh, tidak semua pengemudi ojek online bisa bebas mencari penumpang di dalam kawasan bandara. Akses akan diatur melalui sistem kuota dan mekanisme pendaftaran agar aktivitas penjemputan tetap tertib.

Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsma TNI MD Irman Fathurrahman, mengatakan pengemudi transportasi online tetap diperbolehkan beroperasi, namun harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

“Kita batasi artinya misalnya dan mereka juga tetap melalui prosedur-prosedur yang kita keluarkan,” katanya, Kamis (23/7).

Sebagai bagian dari pengaturan tersebut, pengelola bandara akan menyediakan lokasi khusus atau counter bagi pengemudi transportasi online.

Namun, untuk memperoleh tempat tersebut, para pengemudi harus mengajukan permohonan melalui surat resmi yang disampaikan lewat koperasi.

Setelah itu, pengelola akan menentukan jumlah kendaraan yang dapat menempati slot sesuai kapasitas dan kebutuhan operasional bandara.

“Mengajukan melalui koperasi kita kemudian kita berikan beberapa slot maksimal misalnya hanya lima motor, lima mobil atau sepuluh motor, lima mobil itu ditentukan oleh koperasi. Nanti akan disatukan dalam satu counter,” ujar Irman.

Meski demikian, jumlah slot yang akan disediakan belum dipastikan. Menurut Irman, kuota akan disesuaikan dengan perkembangan jumlah penumpang setelah Bandara Husein kembali melayani penerbangan pesawat jet mulai September mendatang.

Dia mengaku tidak ingin mengulangi kondisi ketika bandara hanya melayani penerbangan terbatas. Saat itu, banyak pengemudi transportasi yang sudah datang dan menyewa tempat justru pulang tanpa memperoleh penumpang.

“Satu hari lima, sehari lima, sehari lima ternyata mereka rugi. Nah itu yang saya tidak inginkan. Mereka kasihan sudah datang ke sini, sewa tempat, minta slot, ternyata penumpang tidak ada karena hanya ada satu pesawat saja Susi Air,” katanya.

Dalam skema yang disiapkan, pengemudi yang telah memiliki slot atau counter diperbolehkan menjemput dan menurunkan penumpang di area drop-off bandara.

Sebaliknya, pengemudi yang belum terdaftar tetap dapat mengantar penumpang, tetapi harus melakukan penurunan di luar kawasan bandara.

“Kalau misalnya dia sudah punya counter bisa di drop-off area. Kalau belum punya ya di area luar. Tapi seluruhnya melewati parkiran. Jadi kalau yang tidak terdaftar ya di luar mau tidak mau,” ujarnya.

Melalui pengaturan tersebut, pengelola berharap aktivitas transportasi di Bandara Husein Sastranegara dapat berjalan lebih tertib sekaligus memberi kepastian bagi para pengemudi, seiring kembali bergeliatnya penerbangan dari bandara yang sempat lama sepi itu. (gin)


Editor : Inilahkoran