Aksi Bersih Ciliwung Angkat 10,2 Ton Sampah
Sabtu pagi biasanya menjadi waktu untuk menikmati udara segar sambil bersepeda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Sabtu pagi biasanya menjadi waktu untuk menikmati udara segar sambil bersepeda. Namun bagi puluhan pesepeda di Kota Bogor, kayuhan akhir pekan kali ini berakhir bukan di warung kopi atau tempat wisata. Mereka berhenti di bantaran Sungai Ciliwung.
Di Kampung Bebek, Kelurahan Kedung Halang, para pesepeda turun dari sadel, mengenakan sarung tangan, lalu memungut sampah yang menumpuk di tepian sungai. Kayuhan pagi pun berubah menjadi aksi menjaga lingkungan.
Dipimpin Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, kegiatan yang menjadi bagian dari Gowes Gowes Santai (GGS) itu melibatkan komunitas sepeda, pelajar, remaja, hingga warga sekitar. Hasilnya tak sedikit. Sebanyak 10,2 ton sampah berhasil diangkat dari kawasan Sungai Ciliwung.
Perwakilan River Defender dan Saung Alkesa, Suparno Jumar, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh peserta yang turun langsung ke sungai.
"Berhasil mengangkat 10,2 ton sampah dari Sungai Ciliwung," ujarnya, Senin (20/7).
Bagi Jenal, kegiatan itu sengaja dibuat berbeda. Biasanya, Gowes Gowes Santai identik dengan olahraga. Kali ini, sepeda menjadi pintu masuk untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sungai.
Sejak pukul 07.00 WIB, rombongan berangkat dari Balai Kota Bogor menuju Kampung Bebek. Setelah mengikuti apel singkat, seluruh peserta langsung menyusuri bantaran sungai untuk mengumpulkan sampah yang tersangkut di tepian maupun terbawa arus.
Pemandangan yang mereka temui menjadi pengingat bahwa pekerjaan menjaga sungai belum selesai. Dengan debit air yang masih cukup tinggi, tumpukan sampah masih terlihat di berbagai sudut aliran Ciliwung.
Menurut Jenal, persoalan tersebut tidak mungkin diselesaikan hanya dalam sehari. Pemerintah pun tidak bisa bekerja sendirian. Karena itu, berbagai komunitas terus diajak terlibat agar kepedulian terhadap sungai tumbuh menjadi gerakan bersama.
"Tidak mungkin cukup satu hari dan tidak mungkin pemerintah sendiri," katanya.
Dia juga menegaskan, menjaga kebersihan sungai harus dimulai dari hulu agar manfaatnya bisa dirasakan hingga ke wilayah hilir.
Aksi bersih-bersih ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sungai Sedunia yang diperingati setiap 27 Juli. (gin)
Editor : Inilahkoran

