Aksi Damai Mahasiswa di DPRD Jabar, Tuntut Kasus Kekerasan Andrie Yunus
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI meminta transparansi penyelidikan kasus aktivis HAM Andrie Yunus
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Senin (20/4/2026). Mereka menuntut agar kasus kekerasan terhadap aktivis Andrie Yunus diusut tuntas dan transparan.
Koordinator Wilayah BEM seluruh Indonesia (SI) Jawa Barat, Muhammad Risaldi, menyebut aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama aktivis.
"Ini bentuk solidaritas kita terhadap dengan Andrie Yunus, kawan kita yang memang sama-sama memperjuangkan ataupun melaksanakan perjuangan dalam jalur aktivisme," ujarnya disela-sela aksi.
Apa yang menimpa Andri, membuat masyarakat resah terutama mahasiswa. Pasalnya merekalah yang kerap melontarkan kritik terhadap berbagai instansi.
"Ya perhari ini kita sama-sama resah terhadap apa yang memang dilakukan oleh, bukan lagi oknum, karena memang sudah disebutkan juga kan, tersangkanya itu dari aparat militer," ucapnya.
Dia menambahkan ada kekhawatiran atas intimidasi terhadap aktivis. Menurutnya, tekanan terhadap suara kritis semakin terasa.
"Hari ini kita sama-sama resah dengan teror ataupun intimidasi yang memang dilakukan oleh aparat militer terhadap aktivis yang memang terus vokal menyuarakan isu-isu strategis ataupun isu-isu sosial politik," sebutnya.
Dalam aksi ini, pihaknya sejumlah tuntutan utama. Tuntutan pertama adalah pengusutan tuntas kasus secara transparan dan akuntabel.
"Yang kedua, mengungkap aktor intelektual dibalik penyiraman Andrie Yunus termasuk pihak yang memerintahkan, merencanakan, dan melindungi," ucapnya.
Mereka juga menuntut pencabutan UU Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI. Tuntutan lainnya adalah pencabutan pasal dalam UU Peradilan Militer dan pengalihan proses hukum ke peradilan umum. Dia mendorong regulasi ketat terkait penggunaan bahan kimia berbahaya serta membuka peluang aksi lanjutan.
"Hentikan militerisme di ranah sipil dan stop represifitas terhadap gerakan rakyat,” ujarnya.
Editor : Ahmad Sayuti
