Alang-alang dan Rumput Kering Jadi Pemicu Kebakaran, Damkarmatan Minta Warga Waspada
Disdamkarmatan Kota Bandung meminta warga waspada pemicu kebakran di musim kemarau mulai dari alang-alang hingga rumput kering
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung, mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi kebakaran yang meningkat saat musim kemarau.
Lahan kosong yang dipenuhi alang-alang dan rumput kering, menjadi salah satu titik rawan yang berpotensi memicu kebakaran dan menyebar dengan cepat.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Disdamkarmatan Kota Bandung, Kurnia Yusuf menyampaikan, pihaknya telah meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.
Risiko kebakaran selama musim kemarau, tidak hanya terjadi pada bangunan. Tetapi juga di area terbuka yang dipenuhi vegetasi kering, maupun lokasi yang sering digunakan pembakaran sampah.
"Antisipasi musim kemarau tentu kita meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama terkait peningkatan potensi kebakaran di area terbuka di luar bangunan seperti lahan alang-alang, aktivitas pembakaran sampah maupun di TPS," kata Kurnia Yusif, Kamis (11/6/2026).
Dia menjelaskan, kondisi cuaca yang kering membuat alang-alang dan rumput liar menjadi sangat mudah terbakar. Jika api muncul, kebakaran berpotensi cepat meluas terutama saat disertai hembusan angin yang cukup kencang.
Karena itu, Disdamkarmatan Kota Bandung mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dengan membersihkan lahan kosong yang tidak terurus.
"Untuk menggerakkan masyarakat membersihkan lingkungan atau lahan-lahan terbuka, yang jangan sampai dibiarkan terbengkalai dan dipenuhi alang-alang. Kondisi seperti itu sangat rentan terbakar ketika memasuki musim kemarau," ucapnya.
Selain melibatkan masyarakat, pihaknya juga mengoptimalkan peran relawan pemadam kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung. Para relawan diminta aktif melakukan pemantauan lingkungan, memberikan edukasi kepada warga dan membantu mengidentifikasi titik-titik yang memiliki potensi kebakaran tinggi.
Di sisi lain, kesiapan sarana pendukung pemadaman juga terus diperkuat. Disdamkarmatan, saat ini melakukan pemetaan terhadap berbagai sumber air yang dapat dimanfaatkan mendukung operasi pemadaman selama musim kemarau.
"Kemudian juga mengidentifikasi sumber-sumber air yang akan kita butuhkan pada saat penanganan kebakaran," ujar dia.
Kurnia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Perumda Air Minum Tirtawening Kota Bandung mengantisipasi kemungkinan penurunan debit air selama kemarau panjang.
"Tentu kami juga berkoordinasi dengan pihak PDAM, apakah nanti ketika kemarau panjang akan ada penurunan debit air atau seperti apa dan bagaimana kita melakukan mitigasi untuk penyediaan air saat penanganan kebakaran di musim kemarau," jelasnya.
Selain mengandalkan jaringan air perpipaan, pihaknya juga memantau kondisi sungai-sungai di Kota Bandung sebagai sumber air alternatif saat terjadi kebakaran. Evaluasi, dilakukan memastikan ketersediaan air tetap mencukupi selama musim kemarau berlangsung.
"Tentu ini juga kita lihat sungai-sungai kita, debitnya akan seperti apa di saat kemarau. Kemudian juga alternatif-alternatif lain yang bisa kita gunakan untuk sumber air. Kami berharap, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran sembarangan dapat membantu menekan risiko kebakaran selama musim kemarau tahun ini," tandas dia.
Editor : Ahmad Sayuti

