Aliansi Racak Laporkan Kasus SMP Ambruk ke Polisi

Merasa geram dengan kejadian yang terus terulang, Aliansi Rakyat Cirebon Anti Korupsi (RACAK) melaporkan kasus ambruknya atap baja ringan di SMPN I Talun Kabupaten Cirebon ke polisi. 

Aliansi Racak Laporkan Kasus SMP Ambruk ke Polisi

INILAHKORAN, Cirebon - Merasa geram dengan kejadian yang terus terulang, Aliansi Rakyat Cirebon Anti Korupsi (RACAK) melaporkan kasus ambruknya atap baja ringan di SMPN I Talun Kabupaten Cirebon ke polisi

Sekjen RACAK, Ade Riyaman menilai sudah seharusnya rekanan yang mengerjakan proyek tersebut diproses secara hukum. Alasannya, bukan saja diduga menimbulkan kerugian negara, juga terbukti membuat celaka manusia. Padahal kabarnya, rekanan tersebut sudah lebih dari dua kali melakukan hal yang sama, yaitu mengerjakan proyek disdik yang kemudian  atapnya ambruk.

"Ini kabarnya sudah berkali kali kejadian yang sama terulang. Artinya setiap tahun anggaran, sebetulnya rekanan itu bermasalah. Tapi kenapa dinas selalu memberikan pekerjaan kepada rekanan ini," ungkap Ade, Kamis 12 Desember 2024.

Menurutnya, sangat naif kalau dinas terutama Disdik Kabupaten Cirebon tidak tahu kualitas dari rekanan tersebut. Meskipun perusahannya di blacklist, bisa saja rekanan itu meminjam bendera lain. Dia menduga, ada unsur kesengajaan dan dugaan persekongkolan antara dinas dengan rekanan.

"Rekanannya tidak usah lagi diberikan pekerjaan dan Konsultan juga harus diperiksa dan ikut di blacklist. Termasuk Kadisdik dan PPK juga harus bertanggung jawab. Saya harap kasus ini menjadi produk hukum supaya ada efek jera dikemudian hari," pinta Ade.

Seperti diketahui, kasus ambruknya atap sekolah yang memakai baja ringan, bukan sekali dua kali. Hal ini membuat Pj. Bupati dan Sekda Kabupaten Cirebon, murka. Malahan Sekda Hilmi Rivai dengan tegas meminta perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, di blacklist.

Pj. Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya beberapa waktu lalu dengan tegas, meminta seluruh SKPD yang punya proyek menggunakan baja ringan, supaya di cek ulang. Wahyu khawatir, kejadian kembali terulang akibat pekerjaan yang tidak sesuai SOP.

Info terbaru menyebutkan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polresta Cirebon. Kadisdik, kontraktor serta konsultan proyek kabarnya sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

Selain itu, akibat ambruknya atap baja ringan SMPN I Talun, mengakibatkan  puluhan siswa mengalami trauma dan 7 siswa mengalami luka luka. atap baja ringannya sendiri baru direnovasi tahun 2021, sementara bangunannya sendiri termasuk bangunan lama.


Editor : Ahmad Sayuti