Amanah Tumbuh Korupsi Runtuh
PENCEGAHAN korupsi bukan sekadar soal aturan. Integritas harus tumbuh dari kesadaran setiap individu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Reza Zurifwan
Korupsi tidak selalu bermula dari perkara besar.Kadang, tumbuh dari hal kecil yang dianggap sepele, dari sesuatu yang dianggap tidak akan terlihat atau tidak akan diketahui orang lain.
Pesan itulah yang mengemuka dalam Sosialisasi Antikorupsi yang digelar Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Inspektorat di Kecamatan Cariu, Selasa (22/9).
Kegiatan tersebut diikuti pejabat fungsional dan struktural kecamatan, pegawai kecamatan, kepala desa, sekretaris desa, serta masyarakat.
Bukan sekadar menyampaikan aturan, sosialisasi menjadi ruang untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Bogor, Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, penyuluh antikorupsi dari Komunitas Jarum Integritas dan Forum PAKSIAPI Jabar, serta jajaran Inspektorat.
Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Abdullah Muhammad Ihsan mengingatkan peserta bahwa menjaga diri bukan hanya soal kesehatan. Sikap dan perilaku juga perlu dijaga agar tidak terseret pada tindakan yang berujung persoalan hukum.
Dia mengingatkan, keuntungan materi yang diperoleh melalui tindakan melanggar hukum tidak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung. Karena itu, setiap orang diminta berpikir sebelum mengambil tindakan yang berpotensi membawa persoalan.
“Jadi, ingatkan dua hal.
Jaga kesehatan dan juga jaga sikap serta perilaku kita untuk menjadi pribadi yang tangguh. Dua hal ini yang harus kita wanti-wanti dan kita ingatkan kepada saudara, keluarga, anak, dan orangorang di sekitar kita,” kata Abdullah dalam keterangannya.
Persoalan hukum, lanjutnya, juga tidak berhenti pada orang yang melakukan pelanggaran. Dampaknya dapat merembet kepada keluarga hingga aset yang dimiliki.
“Termasuk ketika Bapak- Ibu mendapatkan uang receh, itu tidak sebanding dengan risikonya. Sebesar apa pun, tidak sebanding dengan konsekuensi yang nanti Bapak-Ibu terima,” tuturnya.
Pesan serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Achmad Yaudin Sogir. Menurutnya, membangun budaya antikorupsi harus dimulai dari kesadaran pribadi.
Pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum atau lembaga pengawasan. Setiap individu memiliki peran untuk menjaga dirinya sendiri sekaligus saling mengingatkan.
“Dalam persoalan korupsi, ada prinsip ibda' binafsih, awali dari diri kita sendiri. Kita semua sedang belajar dan harus terus saling mengingatkan,” ujar Achmad.
Menurut dia, sosialisasi antikorupsi perlu dilakukan secara berkala karena penyimpangan dapat berawal dari hal-hal kecil. Pola pikir sebuah tindakan tidak akan terlihat atau diketahui, justru menjadi celah yang perlu dihindari.
“Korupsi yang besar bisa saja berawal dari hal yang kecil. Kadang ada pemikiran, ‘Ah, tidak akan terlihat,’ atau ‘Ah, tidak akan ketahuan.’ Pola pikir seperti itulah yang harus kita hindari,” katanya. (gin)
Editor : Inilahkoran

