Amien Rais Desak Prabowo Tendang Teddy, Sebut Ada 'Lendotan Berbahaya'
Amien Rais membuat pernyataan soal Prabowo yang diminta menghentikan Teddy.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Politikus senior Amien Rais kembali memicu kontroversi di jagat politik tanah air.
Melalui pernyataan terbarunya yang viral di media sosial, pendiri Partai Ummat ini secara terang-terangan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas terkait posisi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Amien Rais menilai keberadaan sosok yang akrab disapa Mayor Teddy tersebut di lingkaran inti kekuasaan berpotensi memberikan dampak yang tidak menguntungkan bagi citra presiden.
Kritik Tajam: Sebut 'Lendotan Berbahaya'
Dalam sebuah unggahan video yang menarik perhatian publik, Amien Rais meminta agar Presiden Prabowo bersikap ksatria untuk melepaskan diri dari pengaruh yang ia anggap menghambat fokus kerja kenegaraan.
Amien menekankan agar mantan Danjen Kopassus itu tidak membuang waktu untuk urusan yang bersifat personal dan mendesaknya agar fokus sepenuhnya pada pengabdian kepada rakyat.
"Singkat kata tanpa bertele-tele saya usulkan bapak Prabowo secara tegas, ksatria dan meyakinkan, Prabowo melepaskan diri dari lendotannya Teddy yang berbahaya itu, fokus kerja untuk bangsa dan negara," ujar Amien Rais dalam pernyataannya.
Singgung Narasi Personal
Tak hanya mengkritik secara profesional, Amien Rais juga membawa narasi yang sangat tajam dan personal. Ia bahkan menyinggung rumor-rumor yang beredar di media sosial mengenai kedekatan sang Sekkab dengan lingkaran presiden.
"Bahkan ada kelakar menyebut Teddy tuh bunda Teddy," tambah Amien Rais merujuk pada julukan yang sempat ramai diperbincangkan netizen.
Amien mengusulkan agar posisi Teddy segera diganti dengan sosok yang bisa lebih fokus bekerja secara teknokratis untuk negara.
Dia menyarankan agar Teddy diberikan jabatan lain di luar lingkaran inti kekuasaan sebagai bentuk kompensasi agar tidak merusak wibawa kepemimpinan nasional.
Editor : Firda Rachmawati

