Ampuh dan Alami, Ini 8 Makanan Penurun Darah Tinggi Paling Cepat

Ingin turunkan hipertensi tanpa obat? Yuk, rutin konsumsi 8 makanan penurun darah tinggi yang terbukti ampuh dan alami

Ampuh dan Alami, Ini 8 Makanan Penurun Darah Tinggi Paling Cepat
Ampuh dan Alami, Ini 8 Makanan Penurun Darah Tinggi Paling Cepat

INILAHKORAN.ID - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali dijuluki sebagai "silent killer" karena kerap tidak memicu gejala awal, namun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 

Selain obat-obatan dari dokter, memodifikasi menu makanan harian adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

​Berdasarkan data klinis terbaru yang dilansir dari Healthline, penderita Hipertensi sangat disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan potasium (kalium) dan magnesium. Nutrisi ini berfungsi membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks.

​Bagi Anda yang ingin mengontrol tekanan darah secara alami, berikut adalah 8 makanan penurun darah tinggi terbaik yang terbukti secara ilmiah:

​1. Buah Sitrus (Jeruk, Lemon, dan Grapefruit)

​Buah-buahan sitrus terkenal kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa tanaman yang menjaga kesehatan jantung.

Studi literatur selama 10 tahun menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 530–600 gram buah per hari (setara 4 buah jeruk) sangat bermanfaat dalam manajemen tekanan darah. 

Rutin minum jus jeruk segar tanpa gula terbukti menurunkan angka tekanan darah sistolik.

​2. Ikan Salmon dan Jenis Ikan Berlemak Lainnya

​Ikan seperti salmon, makarel, dan sarden merupakan sumber lemak Omega-3 yang luar biasa. 

Lemak sehat ini bekerja dengan cara mengurangi peradangan di dalam tubuh yang memicu penyempitan pembuluh darah. Riset klinis berskala besar menunjukkan bahwa konsumsi harian 2 hingga 3 gram Omega-3 (setara dengan satu porsi 100 gram ikan salmon) memberikan efek penurunan tekanan darah yang paling signifikan.

​3. Sayuran Hijau (Bayam dan Kangkung/Swiss Chard)

​Sayuran berdaun hijau merupakan "gudang" potasium dan magnesium. Sebagai gambaran, satu cangkir bayam atau Swiss chard yang dimasak mampu menyuplai kebutuhan kalium harian dalam jumlah besar. 

Penelitian menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 gram kalium harian berkaitan dengan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 2,4 mm Hg. Bayam juga mengandung senyawa nitrat alami yang membantu memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.

​4. Kacang-kacangan dan Biji-bijian (Almond, Walnut, Biji Labu)

​Kacang almond, walnut, chia seed, dan biji labu (pumpkin seeds) mengandung nutrisi pekat berupa serat dan asam amino bernama arginine. Di dalam tubuh, arginine diubah menjadi nitrat oksida—senyawa penting yang bertugas merelaksasi otot-otot pembuluh darah. Menjadikan kacang-kacangan sebagai camilan sehat harian terbukti menekan risiko lonjakan darah tinggi.

​5. Buah Beri (Blueberry, Strawberry, dan Raspberry)

​Buah beri menawarkan antioksidan melimpah yang disebut anthocyanin. Zat warna alami penentu warna cerah beri ini mampu meningkatkan kadar nitrat oksida di dalam darah sekaligus menghambat molekul yang mempersempit pembuluh darah. Menurut ulasan studi klinis, konsumsi buah beri secara utuh maupun dalam bentuk jus murni dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga lebih dari 3 mm Hg, dengan efek terkuat ditemukan pada jus cranberry.

​6. Minyak Zaitun (Olive Oil)

​Minyak zaitun murni (extra virgin olive oil) merupakan bagian penting dari diet jantung sehat. Minyak ini kaya akan asam lemak omega-9 (asam oleat) dan polifenol antioksidan. Kombinasi nutrisi tersebut membuat minyak zaitun sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai minyak siraman salad (dressing) atau menumis guna menjaga kelenturan pembuluh darah.

​7. Wortel

​Sayuran renyah dan manis ini ternyata memiliki manfaat besar untuk penderita Hipertensi. Wortel kaya akan senyawa berbasis tanaman (fenolik) yang aktif mengontrol tekanan darah. Studi kesehatan terbaru membuktikan bahwa risiko terkena tekanan darah tinggi dapat menurun hingga 10% untuk setiap konsumsi sekitar 100 gram wortel mentah (atau sekitar 1 cangkir wortel parut) setiap harinya.

​8. Telur

​Banyak yang salah kaprah dan mengira telur buruk untuk jantung. Faktanya, studi klinis terbaru terhadap ribuan orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa mengonsumsi 5 butir telur atau lebih dalam seminggu berkaitan dengan angka tekanan darah sistolik yang lebih rendah sebesar 2.5 mm Hg dibandingkan mereka yang jarang makan telur.

Bagi orang dewasa yang sehat, mengonsumsi hingga 3 butir telur per hari dinilai aman dan membantu mencegah risiko Hipertensi jangka panjang.


Editor : Firda Rachmawati