Ibu Hamil Perlu Waspada, Ini Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari
Kehamilan membutuhkan perhatian ekstra pada asupan nutrisi. Simak daftar makanan aman, pantangan keju/ikan, hingga kebutuhan suplemen bagi ibu hamil di sini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kehamilan menjadi masa ketika pola makan perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya, sejumlah makanan dan minuman dapat meningkatkan risiko bagi kesehatan ibu maupun perkembangan janin.
Secara umum, ibu hamil tetap dianjurkan mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang. Pilihannya antara lain buah, sayuran, biji-bijian utuh, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan lentil.
Asupan cairan juga penting. Sementara untuk mendukung perkembangan tulang dan gigi bayi, ibu hamil membutuhkan kalsium yang dapat diperoleh dari susu, yoghurt, maupun produk nabati yang telah diperkaya kalsium.
Ikan juga tetap dianjurkan karena mengandung omega-3 yang berperan dalam mendukung perkembangan otak dan jantung bayi. Namun, ibu hamil perlu menghindari ikan dengan kadar merkuri tinggi, seperti hiu, ikan todak, dan marlin.
Untuk ikan berminyak seperti salmon, makarel, dan trout, konsumsinya dapat dibatasi hingga dua porsi per minggu. Bagi ibu yang tidak mengonsumsi ikan, sumber omega-3 alternatif dapat diperoleh dari kacang kenari, chia seed, biji rami, serta telur yang diperkaya omega-3.
Perhatian juga perlu diberikan pada produk susu. ibu hamil sebaiknya menghindari susu dan keju yang tidak dipasteurisasi karena berisiko membawa bakteri Listeria.
Beberapa jenis keju lunak, seperti brie, camembert, dan keju biru, sebaiknya hanya dikonsumsi setelah dimasak hingga panas. Sementara keju keras seperti cheddar dan parmesan, serta mozzarella, feta, dan halloumi, umumnya lebih aman dikonsumsi.
Telur pun sebaiknya dimasak hingga matang sempurna. Konsumsi kafein juga perlu dibatasi hingga maksimal 200 miligram per hari karena asupan kafein yang terlalu tinggi dikaitkan dengan risiko berat lahir bayi rendah.
makanan mentah atau setengah matang juga sebaiknya dihindari. Termasuk sushi, ikan dan kerang mentah, serta daging yang belum matang sempurna karena dapat membawa bakteri maupun parasit.
Daging olahan seperti salami dan chorizo juga sebaiknya dimasak hingga panas sebelum dikonsumsi.
Selain itu, ibu hamil dianjurkan menghindari hati dan makanan berbahan hati karena kandungan vitamin A-nya tinggi. Paté juga sebaiknya dihindari karena memiliki risiko kontaminasi Listeria. Susu dan yoghurt mentah juga tidak dianjurkan.
Dari sisi suplemen, asam folat dan vitamin D menjadi dua nutrisi yang penting selama kehamilan. Asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari dianjurkan selama 12 minggu pertama kehamilan untuk membantu mencegah kelainan perkembangan saraf bayi.
Sementara itu, vitamin D sebanyak 10 mikrogram per hari juga dianjurkan. Suplemen zat besi dapat diberikan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan ibu mengalami kekurangan zat besi.
ibu hamil juga perlu menghindari suplemen yang mengandung vitamin A dalam dosis tinggi.
Pada akhirnya, pemilihan makanan selama kehamilan bukan berarti harus menghindari banyak jenis makanan, melainkan memastikan makanan yang dikonsumsi aman, bergizi, dan diolah dengan benar.
Jika masih ragu mengenai makanan atau suplemen tertentu, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Sumber: BBC
Editor : Ahmad Sayuti

