Anak Sulit Lepas dari Ponsel? Coba 5 Cara Ini Agar Tak Terus Scroll Media Sosial
Anak yang terus-menerus bermain ponsel menjadi kekhawatiran banyak orang tua. Para ahli menilai membatasi penggunaan ponsel tak harus dilakukan dengan melarang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - anak yang terus-menerus bermain ponsel menjadi kekhawatiran banyak orang tua. Namun, para ahli menilai membatasi penggunaan ponsel tidak harus dilakukan dengan cara melarang secara keras. Pendekatan yang tepat justru lebih efektif.
Mengutip BBC, langkah pertama adalah mengurangi penggunaan ponsel secara bertahap. Orang tua bisa membuat aturan sederhana, misalnya menyediakan satu tempat khusus untuk menyimpan dan mengisi daya ponsel saat waktunya beristirahat.
Selanjutnya, libatkan anak saat membuat aturan. Ajak mereka berdiskusi tentang kapan waktu yang tepat menggunakan ponsel dan kapan harus berhenti. Cara ini dinilai lebih efektif dibanding sekadar memberi larangan.
Orang tua juga disarankan mengenalkan cara kerja media sosial kepada anak. Jelaskan bahwa fitur seperti video otomatis dan infinite scroll dirancang agar pengguna bertahan lebih lama di aplikasi. Dengan begitu, anak bisa lebih sadar saat menggunakan media sosial.
Memberikan contoh juga tidak kalah penting. Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Karena itu, jika ingin anak mengurangi waktu bermain ponsel, orang tua juga perlu menunjukkan kebiasaan yang sama, seperti tidak terus-menerus melihat layar saat berkumpul bersama keluarga.
Terakhir, jangan panik jika anak masih sering menggunakan ponsel. Para ahli menilai otak anak dan remaja masih memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Yang terpenting adalah memastikan penggunaan ponsel tetap seimbang dengan aktivitas lain, seperti belajar, berolahraga, bermain di luar rumah, dan berinteraksi dengan keluarga maupun teman.
Menurut para ahli, tujuan utama bukan membuat anak berhenti menggunakan ponsel sepenuhnya, melainkan membantu mereka menggunakannya dengan lebih bijak dan tidak bergantung pada media sosial.
Editor : Doni Ramdhani

