Ancaman Learning Loss Hantui Siswa di KBB, Komisi IV Minta Disdik KBB Siapkan Metode Pembelajaran yang Tepat
Learning loss menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan pasca pandemi. Tak mau kecolongan, anggota DPRD KBB pun meminta Disdik antisipasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kebijakan pemerintah yang kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, terlebih bagi para pendidik.
Pasalnya, kekhawatiran akan terjadinya learning loss yang mengancam para siswa bisa sedikit teratasi.
Perlu diketahui, learning loss dalah menurunnya kompetensi belajar siswa. Contoh nyata learning loss ini bisa dilihat pada kemampuan anak membaca dan berhitung akan berkurang secara signifikan.
Rythia Afkar, Economist, World Bank memperkirakan presentase learning loss meningkat sebanyak 10 persen.
Baca Juga: Diringkus Polisi Gegara Narkoba Tiga Bulan yang Lalu, Kejari Jakbar: Anji Segera Jalani Persidangan
Menanggapi ancaman learning loss, Komisi IV DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, pemerintah melalui Dinas Pendidik (Disdik) seharusnya sudah menyiapkan metode pembelajaran dari jauh-jauh hari untuk menyikapi ancaman ini.
"Metode pembelajaran ini sebenarnya harus sudah dilakukan jauh-jauh hari ketika pandemi ini bergulir," katanya kepada INILAH, Selasa, 7 September 2021.
Kendati demikian, ia meyakini Disdik KBB telah menyiapkan dan menyesuaikan metode yang tepat untuk menghadapi ancaman learning loss ini.
"Kita sudah berkoordinasi dengan bidang yang ada di Disdik, dan mereka sudah begitu baik menyiapkan metode pembelajarannya, hanya permasalahannya adalah sosialisasi terhadap sekolah yang akan melaksanakan PTM ini seperti apa, oleh karenanya saat ini terus kita monitoring dan supervisi," bebernya.
Baca Juga: Kondisi Kabupaten Sukabumi Menurun, Tercatat Sudah 574 Warga Meninggal akibat Covid-19
Ia menyebut, pihaknya tidak memberikan target waktu baik kepada Disdik maupun sekolah yang akan melaksanakan PTM. Hal ini dilakukan agar seluruh persiapan bisa disiapkan secara matang.
"Kalau kita tergesa-gesa dilakukan, dikhawatirkan pelaksanaan PTM nya pun tidak berjalan secara maksimal, biar bergulir saja namun ada timeline yang harus disiapkan," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asep Dendih mengatakan, untuk metode pembelajaran secara teknis diserahkan ke sekolah masing-masing.
"Insyaallah metode pembelajaran yang diterapkan nantinya akan efektif," katanya.
Ia menyebut strategi yang bisa dilakukan antara lain optimizing teaching and learning supports and resources during school closures. Strategi ini menjelaskan bahwa sekolah perlu mengoptimalkan segala upaya untuk mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dan juga dukungan dalam bentuk keberagaman sumber belajar selama sekolah tidak melakukan tatap muka.
Baca Juga: Sepekan Liga 1 Indonesia Bergulir, LIB: Tidak Ada Kasus Covid-19
"Intinya, ketiadaan pembelajaran tatap muka seyogyanya tidak begitu mengurangi esensi pembelajaran termasuk di dalamnya bagaimana guru dan sekolah tetap dapat memantau sikap dan juga karakter siswa," katanya.
Menurutnya, hal ini bisa dilakukan dengan cara merancang pembelajaran yang variatif, sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat siswa juga cukup efektif bila dilakukan secara online atau pembelajaran jarak jauh.
"Lakukan pendekatan yang baik sehingga siswa termotivasi untuk terlibat aktif dalam pembelajaran," tuturnya.
Kendati demikian, langkah ini bisa bersifat sedikit memaksa seperti cek kehadiran, atau bisa saja dngan mengusung kegiatan belajar yang berbasis PAIKEM termasuk didalamnya pendekatan sosial dan akrab misalnya tegur sapa guru dan siswa via WA atau Sosmed lainnya.
Baca Juga: 5 Tips yang Harus Dilakukan Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19
"Gunakan pendekatan lain bila terindikasi terdapat siswa yang memiliki keterbatasan komunikasi secara online. Penggunaan pembelajaran melalui TV, modul, atau buku referensi perpustakaan bisa menjadi allternatif," paparnya.
Selanjutnya, sambung dia, koordinasi dan komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk meyakinkan bahwa siswa terlibat dalam pembelajaran, penyelesaian tugas termasuk kontrol orang tua dalam penggunaan gawai.
Lebih lanjut Asep menjelaskan, strategi berikutnya melalui offsetting the learning loss when schools reopen. (Memperbaiki hilangnya minat belajar peserta didik saat sekolah kembali dibuka).
"Rentang waktu yang lama tanpa tatap muka mungkin banyak menimbulkan permasalahan baru, terutama terkait pencapaian pengetahuan dan keterampilan siswa," jelasnya.
Baca Juga: Sebut Liga Indonesia Sangat Menarik, Coach Justin: Sama Sekali Gak Bisa Diprediksi
Ia menerangkan, sekolah dalam hal ini bisa membuat semacam jam tambahan bagi siswa yang terindikasi sangat tertinggal dalam pelajaran (dilihat dari kualitas hasil pembelajaran yang terkumpul).
"Hal ini, tentu saja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan atau bila semua faktor memungkinkan, peserta didik dapat menggunakan sebagian hari libur semester atau libur kenaikan kelas mereka di sekolah untuk mengejar ketertinggalan mereka yang tentu perlu dengan kordinasi yang tepat bersama para guru di sekolah," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


