Wali Kota Cimahi Ingatkan Sekolah Tak Jual Seragam: Sudah Ada Program Seragam Gratis!
Terima Aduan Warga, Wali Kota Selidiki Dugaan Jual Beli Seragam di SMP Negeri Cimahi Wali Kota Cimahi Ngatiyana merespons tegas aduan dugaan jual beli seragam
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana merespons laporan masyarakat terkait dugaan praktik jual beli seragam yang terjadi di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayahnya.
Aduan yang diterima menyebutkan adanya kebijakan tak tertulis yang memaksa orang tua murid membeli seragam tertentu melalui pihak sekolah.
Padahal hal itu jelas bertentangan dengan kebijakan pemerintah daerah yang telah menyediakan seragam secara cuma-cuma bagi peserta didik.
"Tidak ada dasar hukum maupun aturan yang mewajibkan siswa membeli seragam dari sekolah atau pihak tertentu dengan harga yang memberatkan," kata Ngatiyana, Jumat (7/8/2026).
Ngatiyana mengingatkan kembali bahwa Pemerintah Kota Cimahi telah secara khusus mengalokasikan anggaran untuk pemberian seragam gratis bagi siswa jenjang SMP, sebagaimana pernah disalurkan kepada seluruh peserta didik kelas 8 pada periode sebelumnya.
"Kebijakan ini disiapkan meringankan beban ekonomi keluarga agar pendidikan dapat dijalani tanpa beban tambahan yang tidak perlu," ujarnya.
Tak cuma itu, Ngatiyana menyebut, pihaknya segera memerintahkan Dinas Pendidikan untuk melakukan verifikasi menyeluruh dan mendata sekolah mana saja yang terindikasi melanggar ketentuan.
Ia menegaskan tidak akan memberi kelonggaran bagi kepala sekolah atau pihak pengelola yang terbukti menyalahgunakan wewenang demi keuntungan pribadi atau kelompok.
"Setelah kebenaran terungkap, kami akan ambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar. Segala bentuk pengelolaan barang kebutuhan sekolah harus berjalan transparan dan patuh pada peraturan yang berlaku," tegasnya.
"Masyarakat juga harus berani melaporkan segala bentuk penyimpangan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih dan melayani kepentingan peserta didik secara tulus," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


