Perpustakaan Cimahi Bangkit, hingga Agustus 2026 Kunjungan Capai 7.824

Kunjungan Perpustakaan Umum Kota Cimahi mencapai 7.824 orang hingga Agustus 2026. Bioskop mini, Library Funtastic, dan Pusling jadi inovasi layanan.

Perpustakaan Cimahi Bangkit, hingga Agustus 2026 Kunjungan Capai 7.824

INILAHKORAN.ID – Tren minat baca dan pemanfaatan ruang publik mulai membaik. Jumlah kunjungan ke perpustakaan Umum Kota Cimahi kembali menunjukkan grafik positif sepanjang tahun 2026, setelah sempat mengalami penurunan tajam pada tahun sebelumnya akibat perpindahan lokasi layanan. 

Berdasarkan data resmi Dinas Kearsipan dan perpustakaan (Disarpusda) Kota Cimahi, tercatat angka kunjungan dalam tiga tahun terakhir, antara lain tahun 202 mencapai 9.428 orang, turun menjadi 6.145 orang pada 2025 saat masa transisi dan mengalami pemulihan signifikan hingga mencapai 7.824 pengunjung pada periode Januari hingga Agustus 2026.

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari menjelaskan, penurunan pada 2025 bukan karena hilangnya minat masyarakat, namun dampak logistik pemindahan gedung lama yang aksesnya dekat dengan Pemkot Cimahi ke lokasi baru di Jalan Pacinan No. 19 pada Maret 2025. 

Ia menyebut, pemindahan ini merupakan bagian dari penyesuaian proyek pembangunan dan pelebaran Bundaran Jati.

“Tepat pada tahun 2025 di bulan Maret, kita baru menempati tempat yang baru di Jalan Pacinan," kata Dyah, Jumat (18/9/2026).

"Ini menjadi tantangan berat bagi perpustakaan karena harus mensosialisasikan dan berupaya bagaimana layanan-layanan di perpustakaan bisa terinformasikan kepada masyarakat,” sambungnya.

Dyah mengakui kendala utama yang dihadapi, yakni kurangnya informasi publik mengenai alamat baru. Oleh karena itu, langkah pertama yang diprioritaskan dengan sosialisasi menyeluruh ke berbagai lapisan masyarakat. 

“Minimal upaya-upaya yang dilakukan oleh kami itu adalah sosialisasi dulu tempat yang baru. Tidak semua masyarakat tahu dengan perpustakaan,” katanya.

Selain publikasi lokasi, sebut Dyah, faktor kebangkitan kembali minat masyarakat terletak pada inovasi layanan dan peningkatan kenyamanan. Salah satu terobosan yang paling dirasakan dampaknya dengan kehadiran fasilitas bioskop mini. 

Ia menuturkan, fasilitas ini tidak berorientasi komersial, namun difungsikan sebagai sarana pendukung pembelajaran, edukasi dan tontonan positif bagi pelajar maupun umum.

“Bagaimana caranya layanan apa yang bisa dimunculkan agar masyarakat terdorong berkunjung ke perpustakaan,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, dari bioskop mini ini sampai dengan bulan Agustus, angka kunjungan mengalami peningkatan yang signifikan,” terangnya.

Tak cuma bioskop mini, beragam program pendukung dikembangkan untuk menjangkau sasaran luas, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga masyarakat umum. 

"Program Library Funtastic hadir sebagai paket kunjungan edukatif yang memadukan tur fasilitas, pengenalan koleksi, hingga pengalaman di ruang bioskop mini secara terpadu," imbuhnya.

Tidak hanya terpusat di gedung, Disarpusda juga meluncurkan layanan perpustakaan Keliling (Pusling) guna memperluas jangkauan akses bacaan ke wilayah yang belum terjangkau langsung. 

“Ya, kita sampai dengan hari ini berupaya untuk memunculkan inovasi-inovasi baru. Sekarang sudah mulai dengan adanya Pusling atau perpustakaan keliling,” sambungnya.


Editor : Ahmad Sayuti