Antisipasi Banjir Lintasan Terulang, Kelurahan Tegallega Bersihkan Sungai Ciparigi
Untuk menghindari banjir lintasan terulang, Kelurahan Ciparigi bersama warga membersihkan aliran sungai
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kelurahan Tegallega mencegah banjir lintasan di wilayahnya dengan mengeruk aliran air dan mengangkat material ataupun sampah yang menghambat Sungai Ciparigi pada Kamis (16/4/2026).
Dari data yang diperoleh, jumlah rumah yang terendam akibat banjir lintasan di kawasan Tegallega mencapai 80 rumah yang terbagi di 5 RW.
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman memaparkan, melihat kondisi cuaca sore ini pihaknya memberikan imbauan kepada masyarakat, bahwa bagaimanapun tidak bisa mencegah namanya fenomena alam.
"Sekarang kembali lagi ke manusianya, kalau memang kondisinya rumah di pinggir sungai, sudah otomatis yang menjadi permasalahan adalah banjir. Jadi saya paling memberikan imbauan kepada masyarakat menjaga lingkungan dan membersihkan saluran air," ungkap Hardi.
Hardi menjelaskan, setelah kejadian banjit lintasan yang merendam 80 rumah, pihaknya bergerak cepat bersama Kelurahan tangguh bencana (Keltana) dengan membersihkan saluran air, mengangkat material yang menyebabkan pendangkalan serta membersihkan sampahnya.
"Ya, kemarin hingga hari ini kami bergerak mengangkat puing-puing dan batu yang ada di sungai. Intinya supaya air sungai bisa lebih dalam, tidak dangkal lagi. Kami angkat batu-batunya, kepinggir sungai. Karena ternyata di aliran air pas dicek, ternyata di bawah rumah ada ranting, ada kayu yang mungkin dari rumah-rumah yang tadi saya bilang enggak pernah dicek dulunya," jelasnya.
Hardi memaparkan, sekarang jajaran kelurahan dari pagi sudah keliling ke wilayah-wilayah yang di sepanjang Sungai Ciparigi untuk memberikan imbauan agar menempatkan barang-barang berharganya, seperti surat-surat rumah dan lainnya ke tempat yang aman, tinggi dan tidak mungkin akan terjangkau oleh air.
"Kamudian kalau misalkan kondisi-kondisi rumah yang memang berada di atas sungai, agar selalu mengecek kondisi rumahnya. Jangan sampai, mereka sudah tinggal di situ berapa lama, tidak mengecek bawah rumah mereka apakah keropos atau tidak," terangnya.
Hardi menegaskan, imbauan diperkuat di wilayah yang rawan, di antaranya RW 08 karena posisi saluran air itu sudah semuanya tertutup oleh rumah.
Editor : Ahmad Sayuti

