Banjir Sungai Cikalintu Sulit Diatasi, Farhan Cari Solusi Tangani Air Kiriman Lembang
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mencari strategi baru mengatasi banjir Sungai Cikalintu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan tengah mencari strategi baru, dalam menangani banjir di kawasan Sungai Cikalintu. Upaya normalisasi sungai, dinilai tidak lagi memungkinkan. Sementara derasnya aliran banjir dari kawasan Lembang, masih menjadi ancaman bagi permukiman warga.
Dia mengatakan, berbagai penguatan infrastruktur sebenarnya sudah dilakukan di kawasan Sungai Cikalintu. Salah satunya melalui pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dengan ketebalan mencapai 25 sentimeter, dan penguatan kirmir di sepanjang aliran sungai.
Namun upaya itu belum mampu menahan besarnya volume air saat banjir menerjang. Debit air kiriman dari Lembang yang begitu besar, membuat sejumlah bagian tanggul tetap jebol dan berdampak terhadap rumah warga di sekitar sungai.
"Cikalintu itu sudah kita perkuatkan luar biasa. Itu TPT nya, temboknya, tebalannya 25 cm tapi tidak cukup. Kirmir sudah kita perkuat. Namun karena volume banjir dari Lembang yang begitu luar biasa, ya jebol juga," kata Farhan, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, kondisi sungai saat ini membutuhkan pendekatan penanganan yang berbeda. Normalisasi tidak lagi menjadi pilihan yang memungkinkan, sehingga diperlukan berbagai gagasan baru guna mengurangi dampak banjir bandang yang berasal dari wilayah Lembang.
"Normalisasi sungai sudah tidak memungkinkan, maka kami sedang mencari berbagai macam ide baru untuk bisa meminimalisir dampak dari banjir dari Lembang tersebut," ucapnya.
Selain mencari alternatif penanganan, pekerjaan perbaikan di kawasan Sungai Cikalintu juga masih berlangsung. Namun pekerjaan yang berjalan saat ini lebih banyak menyasar bagian hilir sungai, bukan bagian tengah yang turut mengalami kerusakan akibat banjir.
Farhan menjelaskan, dampak kerusakan paling terlihat berada pada bagian sungai dari kawasan Cihampelas hingga ke bawah. Sementara itu, kondisi kawasan dari bagian tengah menuju hilir relatif tidak mengalami kerusakan separah area yang terdampak di bagian atas.
"Sekarang ini sebetulnya juga sudah ada pekerjaan untuk perbaikan di bagian hilir, tapi bukan di bagian agak ke tengahnya. Ini kan yang kena dari awal ke tengah, dari daerah Cihampelas ke bawah. Tapi dari daerah tengah ke bawah tidak separah yang di atas," ujar dia.
Dia menambahkan, pencarian alternatif penanganan menjadi perhatian karena penguatan fisik sungai yang sudah dilakukan belum sepenuhnya mampu menghadapi besarnya aliran banjir bandang. "Tentu kami berharap berbagai gagasan baru, akan dapat meminimalkan risiko kerusakan dan dampak banjir terhadap permukiman warga di sekitar Sungai Cikalintu," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

