Ditemukan Banyak Luka Memar, Balita 1,5 Tahun di Karawang Diduga Dibunuh

Seorang balita berusia 1,5 tahun tewas dengan luka memar di kepala dan dada dan diduga jadi korban pembunuhan

Ditemukan Banyak Luka Memar, Balita 1,5 Tahun di Karawang Diduga Dibunuh
Komalasari tengah duduk di depan makam anak sambungnya yang baru berusia 1,5 tahun, Kamis (16/4/2026). Dia menduga anaknya dibunuh lantaran ada banyak luka memar di tubuhnya. Nila Kusuma/inilahkoran

INILAHKORAN.ID - balita berusia 1,5 tahun diduga mati dibunuh, di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya. Dugaan itu muncul setelah keluarga menemukan luka penganiayaan disekujur tubuh saat korban dimandikan sebelum pemakaman. Korban mengalami luka memar dibagian kepala, dada sebelah kanan dan paha sebelah kiri.

Karena merasa ada kejanggalan, keluarga korban pun melaporkan hal ini ke kepolisian. Saat dihubungi Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan mengatakan akan menelusuri kasus tersebut.   

Ibu sambung korban, Komalasari menuturkan, korban Trialdo Pejaten berusia 1,5 tahun diketahui mengalami kondisi sekarat di rumah sakit Azzahra. Namun pihak rumah sakit tidak sanggup dan korban dirujuk ke rumah sakit Hastien. Namun dalam perjalanan korban meninggal dunia. 

"Saya dihubungi ibu kandung korban membantunya membawa ke rumah sakit rujukan. Namun ditengah jalan korban meninggal dunia," kata Komalasari, Kamis (16/4/26).

Menurut Komalasari saat melihat kondisi korban sebelum tewas terdapat berbagai kejanggalan. Tubuh korban terlihat penuh luka memar mulai dari kepala, dada hingga kaki. Namun saat ditanyakan ibu kandung korban, Norma mengaku tidak tahu. 

"Berapa kali saya tanyakan kenapa korban luka memar namun ibunya hanya menjawab tidak tahu," katanya.

Dugaan korban dibunuh juga diperkuat kesaksian Taswi yang sering mengasuh korban. Taswi mengaku sering menemukan korban mengalami luka gigitan atau memar biru di tubuhnya. Namun ketika ditanyakan ibu korban dijawab kemungkinan jatuh. 

"Masak bilangnya jatuh jelas itu bekas gigitan karena masih kelihatan tandanya. Kita juga tahu jatuh atau digigit," kata Taswi.

Dugaan korban dibunuh oleh pacar ibunya, R, karena sebelum tewas korban sering diajak main. Setiap datang pacari ibunya korban selalu diajak main. Namun ketika sampai dirumah korban mengalami memar disekujur badan. 

Namun ketika ditanyakan ke ibunya selalu menjawab tidak tahu. Kesal karena korban akhirnya tewas warga sekitar kemudian mencari pacar ibunya, namun hingga kini belum ditemukan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Karawang.


Editor : Ahmad Sayuti