Antisipasi Banjir, Warga Bojong Kulur Bersihkan Sampah di Bendung Koja

Warga yang tinggal di bantaran Sungai Cikeas, Cileungsi, Kabupaten Bogor, dan Kali Bekasi berpotensi dilanda banjir bila penumpukan sampah di Bendung Koja tidak segera diatasi.

Antisipasi Banjir, Warga Bojong Kulur Bersihkan Sampah di Bendung Koja
Warga tampak bergotong royong membersihkan sampah
INILAH, Bogor - Warga yang tinggal di bantaran Sungai Cikeas, Cileungsi, Kabupaten Bogor, dan Kali Bekasi berpotensi dilanda banjir bila penumpukan sampah di Bendung Koja (pertemuan 3 kali di atas) tidak segera diatasi.
 
Untuk mengantisasi hal tersebut, baik warga Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) pun membersihkan sampah yang ada di Bendung Koja (perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi).
 
"Hari ini kami membersihkan sampah yang menumpuk di Bendung Koja, kami warga Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ikut membersihkan sampah tersebut karena apabila tidak dibersihkan bisa menyebabkan kami (warga Perumahan Vila Nusa Indah  3 dan Vila Mahkota Pesona) ikut menjadi korban banjir," ujar Ketua KP2C Puarman kepada wartawan, Rabu (14/11/2018).
 
Dia menerangkan, di bawah Koordinasi KP2C, gerakan bersih sampah di Bendung Koja komponen lain yang terlibat berasal dari Pemdes Bojongkulur, Tim Penanggulangan Bencana Desa (TPBDes) Bojongkulur, Polsek Gunung Putri, Tagana Bojongkulur, Karang Taruna Bojongkulur, penjaga bendung, Tagana Bojongkulur, dan masyarakat sekitar. 
 
"Melalui gerakan bersih sampah di bendung Koja diharapkan banjir tidak akan melanda perumahan di bantaran sungai Cikeas dan Cileungsi sepanjang musim hujan ini," terangnya.
 
Puarman menjelaskan, dari hasil gerakan bersih sampah menghasilkan sampah hingga ratusan ton dimana untuk mengangkutnya dibutuhkan 5 unut truk sampah.
 
"Sore ini tumpukan sampah sudah diatasi dan Alhamdulillah sampah yanf didominasi bambu dan sampah rumah tangga lainnya tersebut sudah diangkut oleh 5 unit truk sampah bantuan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor," jelas Puarman.
 
Zakaria anggota TPBDes Bojongkulur menambahkan aksi bersih sampah hari ini dan selanjutnya bentuk kesiapsiagaan karena Bogor sudah memasuki musim hujan dan tinggi permukaan air yang sebelumya 65 cm saat ini sudah diangka 110 cm.
 
"Giat hari ini merupakan gerakan sedia payung sebelum hujan dan aksi bersih sampah ini akan rutin kami kerjakan. Tinggi permukaan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi akan naik lagi apabila terjadi hujan besar intensitas tinggi di Gunung Geulis, Gunung Pancar dan Bukit Pelangi," tambah Zakaria.
 
Dia melanjutkan, bila ketinggian air di atas 200 cm,  warga 5 RW di Perumahan Vila Nusa Indah  3 dan Vila Mahkota Pesona akan menjadi korban banjir dengan ketinggian 1 hingga 1,5 meter.
 
"Kalau hari ini sampah tidak dibersihkan lalu terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi maka bencana banjir pasti terjadi dan membuat perekonomian warga juga ikut terganggu," lanjutnya. 


Editor : inilahkoran