Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkab Garut Siapkan Ruang Isolasi

Antisipasi penyebaran Covid-19 termasuk varian barunya Omicron Pemkab Garut sudah menyediakan ruang isolasi khusus dan perawatan.

Antisipasi Lonjakan Covid-19,  Pemkab Garut Siapkan Ruang Isolasi
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengaku telah menyiapkan ruang isolasi khusus untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut.

 

INILAHKORAN, Garut - Pemkab Garut  telah menyiapkan ruang isolasi dan perawatan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

Beberapa ruang isolasi itu disiapkan baik di rumah sakit maupun tempat lain seperti hotel dan lainnya.  

"Kami juga siapkan tempat perawatan dan isolasi kalau terjadi lonjakan, rumah sakit sudah siap, terutama RSUD dr Slamet, Guntur, dan Medina," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani saat dihubungi wartawan di Garut, Kamis 20 Januari 2022.

Baca Juga: Tuntaskan Wilayah Kumuh di Perkotaan, Pemkab Garut Butuh Rp300 Miliar

Ia mengatakan Pemkab Garut menyiapkan tempat isolasi seperti rumah susun, Gedung Islamic Center untuk pasien yang menunjukkan gejala ringan, dan rumah sakit bagi pasien gejala berat.

Selain di wilayah perkotaan Garut, kata dia, tempat isolasi juga akan disiapkan di daerah selatan Garut yakni RSUD Pameungpeuk, dan akan menyewa hotel yang harganya sesuai untuk penanganan pasien gejala ringan atau tanpa gejala.

"Hotel itu akan digunakan apabila sudah ada lonjakan, soalnya di selatan itu kan ada RSUD Pameungpeuk, namun rumah sakit kan untuk pasien gejala sedang dan berat, kalau yang gejala ringan atau tanpa gejala nanti akan diarahkan ke tempat isolasi," katanya.

Baca Juga: Vaksinasi Anak di Kabupaten Garut Sudah Mencapai 200 Ribu Lebih

Ia menambahkan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ada di setiap kecamatan akan digunakan untuk ruang isolasi apabila rumah sakit sudah penuh.

"Kalau rumah sakit dan tempat isolasi terpusat sudah penuh, ya puskesmas digunakan lagi, namun itu opsi terakhir," kata Leli.

Ia menyampaikan jajarannya sudah melakukan antisipasi terkait adanya ancaman wabah Omicron, termasuk lonjakan kasus COVID-19 dampak musim libur Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Warga Garut Utara, RSU Malangbong Segera Dioperasikan

Namun selama musim libur itu, kata dia, kasus baru COVID-19 tidak terlalu banyak, meski begitu tetap harus diwaspadai terutama penularan wabah COVID-19 varian Omicron.

Apalagi selama ini, katanya, Garut merupakan daerah tujuan wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta dan tingginya mobilisasi warga Garut sehingga perlu diwaspadai adanya penularan Omicron.

"Kami tetap menggaungkan agar masyarakat taat prokes, sebab sekarang itu mulai longgar lagi, seperti hidup biasa dan banyak yang lepas masker," demikian  Leli Yuliani. (***)


Editor : inilahkoran