Apa itu ‘Luteal Uglies’ dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Wanita?

Di media sosial, kondisi ini dikenal dengan istilah “luteal uglies”. Sebenarnya, kondisi apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Apa itu ‘Luteal Uglies’ dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Wanita?
Banyak wanita membagikan keluhan serupa: merasa menjadi orang paling tidak menarik, mudah marah, hingga mengalami penurunan rasa percaya diri yang drastis secara mendadak. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN.ID - Pernahkah Anda tiba-tiba merasa penampilan memburuk, kulit kusam, perut kembung, dan emosi tidak stabil dalam beberapa hari sebelum menstruasi? Di media sosial, kondisi ini dikenal dengan istilah “luteal uglies”.

Menguti dari BBC, unggahan mengenai fenomena ini telah ditonton jutaan kali di TikTok. Banyak wanita membagikan keluhan serupa: merasa menjadi orang paling tidak menarik, mudah marah, hingga mengalami penurunan rasa percaya diri yang drastis secara mendadak.

Apa Penyebab Medis di Balik 'luteal uglies'?

Fase luteal adalah paruh kedua dari siklus menstruasi—periode setelah ovulasi hingga hari pertama haid tiba. Menurut pakar hormon dan spesialis kesehatan wanita, perubahan fisik dan mental pada fase ini terjadi akibat lonjakan dan penurunan hormon yang tajam.

1. Perubahan Fisik

Selama fase luteal, kadar estrogen yang menurun drastis dan dibarengi lonjakan progesteron memicu produksi minyak berlebih pada kulit. Kombinasi perubahan hormonal ini membuat kulit tampak lebih kusam, bertekstur, serta rentan berjerawat, sementara area payudara kerap terasa lebih berat, kencang, dan nyeri. Pada saat yang sama, tubuh cenderung menahan lebih banyak cairan (retensi cairan) yang akhirnya menyebabkan wajah tampak sembab dan perut terasa sangat kembung (bloating).

2. Perubahan Emosi dan Fungsi Otak

Selain perubahan fisik, lonjakan hormon ini juga memicu brain fog yang membuat otak terasa bekerja lebih lambat, hingga wanita menjadi lebih pelupa, ceroboh, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. Dampak ini kian diperparah oleh suasana hati yang menjadi tidak stabil, di mana rasa cemas, lelah luar biasa, serta dorongan kuat untuk menarik diri dari pasangan maupun lingkungan sosial kerap muncul secara mendadak.

Dampak Realistis pada Kehidupan Sehari-hari

Gejala fase luteal bukan sekadar "perasaan emosional belaka" atau PMS biasa. Bagi banyak wanita, kondisi ini mengganggu kemampuan bekerja, bersosialisasi, dan menjalankan rutinitas harian.

"Sangat tidak adil jika keluhan wanita pada fase ini diabaikan begitu saja. Gejala ini nyata dan berdampak langsung pada kualitas hidup mereka," ujar Dr. Louise Newson, dokter spesialis hormon wanita.

Solusi Tepat Mengatasi Gejala Fase Luteal

Meskipun banyak tips beredar di media sosial seperti "menjauhi cermin" atau "minum alkohol", para ahli menyarankan langkah-langkah medis yang lebih efektif dan sehat:

Untuk meredakan gejalanya, aturlah pola makan dengan membatasi makanan olahan (processed food) dan mengurangi garam demi meminimalkan peradangan serta penumpukan cairan. Langkah ini perlu diimbangi dengan menjaga asupan air putih yang cukup untuk meredakan kembung dan sembab, serta rutin melakukan olahraga ringan guna menjaga kestabilan mood. Selain itu, pahami bahwa kondisi ini hanyalah fase sementara yang dapat diprediksi sehingga Anda bisa mengelola kecemasan dengan lebih baik. Namun, jika gejalanya sudah terasa sangat parah hingga mengganggu aktivitas harian, jangan ragu untuk berkonsultasi ke tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat.


Editor : Doni Ramdhani