Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pulau Jeju saat 4 Orang Hilang Semua Ditemukan Tewas??

4 orang hilang di Pulau Jeju ditemukan meninggal dunia dalam waktu tiga hari pada anggal 22-24 Agustus 2026.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pulau Jeju saat 4 Orang Hilang Semua Ditemukan Tewas??
4 orang hilang di Pulau Jeju di temukan meninggal.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini nama Pulau Jeju tengah menjadi viral di media sosial dengan kasus orang hilang yang ditemukan meninggal.

Pulau Jeju di Korea Selatan menjadi subjek diskusi global karena meningkatnya jumlah kasus orang hilang.

Kasus yang menjadi pusat diskusi ini adalah kasus seorang wanita berusia 37 tahun bernama Jang Mi Ran.

Pada tanggal 12 Mei 2026, Jang Mi Ran meninggalkan tempat tinggalnya di Hallim, Jeju, dan tidak pernah kembali. 

Pacarnya melaporkannya hilang pada tanggal 13 Mei 2026 dan pada tanggal 24 Agustus 2026, tubuh Jang Mi Ran ditemukan di dekat tempat tinggalnya, dilaporkan tergantung di pohon.

Fakta bahwa tubuhnya ditemukan begitu dekat dengan tempat tinggalnya, 104 hari setelah menghilang, langsung mengalihkan perhatian publik ke penyelidikan polisi. 

Menurut laporan, petugas yang menangani kasusnya secara keliru menutup kasus tersebut tepat setelah laporan orang hilang pertama diajukan. 

Pencarian polisi terhadap Jang Mi Ranbaru dilanjutkan bulan lalu setelah keluarganya mengajukan laporan lain.

Kasus ini menjadi semakin rumit ketika muncul laporan bahwa petugas polisi yang sama yang telah menutup kasus Jang Mi Ran secara keliru juga menangani kasus orang hilang lainnya dengan cara yang sama. Korban dalam kasus kedua ini adalah seorang pria berusia 60-an.

Pria itu dilaporkan hilang pada tanggal 2 Juli 2026 dan kemudian ditemukan meninggal pada tanggal 22 Agustus 2026, tepat 51 hari setelah menghilang. 

Keluarga juga membuat laporan kedua dalam kasus ini, yang mendorong polisi untuk melancarkan pencarian.

Antara tanggal 22 dan 24 Agustus 2026, dua orang lagi ditemukan tewas setelah sebelumnya dilaporkan hilang. 

Seorang pria yang diyakini berusia 70-an ditemukan tewas di perairan dekat Jocheon-eup, Kota Jeju, pada tanggal 23 Agustus 2026.

Jenazahnya ditemukan oleh seseorang yang sedang memancing di laut. orang hilang lainnya, seorang pria, ditemukan tewas di dekat sebuah lembah di Aewol pada tanggal 24 Agustus 2026.

Meskipun semua kasus ini terpisah dan masih dalam penyelidikan, penemuan-penemuan simultan tersebut telah menimbulkan kecurigaan besar tentang kemungkinan adanya pembunuh berantai atau kejahatan terorganisir. 

Petugas polisi yang memalsukan dua kasus orang hilang ini adalah salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari situasi ini, mengingat ia dilaporkan telah menangani 298 kasus orang hilang sejak pengangkatannya.

Semua kasus ini dilaporkan sedang ditinjau untuk kemungkinan adanya kecurangan serupa.

Kasus-kasus ini juga mendorong warganet untuk berbagi pengalaman menakutkan mereka sendiri saat mengunjungi Pulau Jeju, sehingga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang situasi keamanannya.***


Editor : Irma Nurfajri