Apakah Yoghurt Baik untuk Kesehatan? Ini Manfaat dan Cara Memilihnya

Produk yoghurt bisa menjadi bagian dari pola makan sehat karena mengandung protein, kalsium, fosfor, dan vitamin B. Beberapa jenis yoghurt juga memiliki kultur

Apakah Yoghurt Baik untuk Kesehatan? Ini Manfaat dan Cara Memilihnya
Mengutip dari BBC, tidak semua yoghurt memiliki manfaat yang sama. Ahli gizi lebih menyarankan yoghurt tawar, yoghurt Yunani (Greek yoghurt), atau kefir yang mengandung kultur bakteri hidup. (antara)

INILAHKORAN.ID - Produk yoghurt bisa menjadi bagian dari pola makan sehat karena mengandung protein, kalsium, fosfor, dan vitamin B. Beberapa jenis yoghurt juga memiliki kultur bakteri hidup yang dapat membantu kesehatan pencernaan, termasuk membantu pencernaan laktosa. 

Mengutip dari BBC, tidak semua yoghurt memiliki manfaat yang sama. Ahli gizi lebih menyarankan yoghurt tawar, yoghurt Yunani (Greek yoghurt), atau kefir yang mengandung kultur bakteri hidup.

Saat membeli, perhatikan kandungan gula tambahan, protein, kalsium, dan lemak jenuh. Untuk yoghurt berbahan nabati, seperti kedelai, almond, kelapa, atau oat, pilih produk yang diperkaya kalsium dan vitamin D.

Sejumlah penelitian menunjukkan yoghurt dengan kultur bakteri hidup berpotensi menurunkan beberapa penanda peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis berkaitan dengan berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Meski begitu, penelitian mengenai manfaat ini masih berkembang. Para peneliti belum mengetahui secara pasti berapa banyak dan seberapa sering yoghurt perlu dikonsumsi untuk memberikan efek tersebut.

Konsumsi yoghurt secara rutin juga dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Tinjauan terhadap 13 penelitian pada 2017 menemukan hubungan tersebut. Penelitian pada 2022 bahkan memperkirakan risiko diabetes tipe 2 turun 7 persen untuk setiap tambahan 50 gram yoghurt yang dikonsumsi setiap hari.

Namun, yoghurt bukan pengganti pengobatan. Jika memilih produk rendah lemak, kandungan gula dan lemak jenuh tetap perlu diperhatikan. Hubungan yoghurt dengan penurunan berat badan masih belum jelas. Sejumlah penelitian menemukan orang yang rutin mengkonsumsi yoghurt cenderung memiliki berat badan dan indeks massa tubuh lebih rendah.

Namun, belum diketahui apakah yoghurt menyebabkan penurunan berat badan atau orang dengan pola makan sehat memang lebih sering mengonsumsinya.

Pada yoghurt nabati, kandungan nutrisi dan kultur bakterinya dapat berbeda-beda. Beberapa produk juga dipanaskan sehingga bakteri hidupnya bisa berkurang.

Jadi, untuk konsumsi sehari-hari, pilih yoghurt tawar tanpa tambahan gula dan cek label kandungan nutrisinya. Jika mengutamakan kesehatan pencernaan, cari produk yang mencantumkan kultur bakteri hidup.


Editor : Doni Ramdhani