Arus Balik Lebaran di Terminal Cicaheum Didominasi Penumpang Jawa Timur

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi menyampaikan, mayoritas penumpang arus balik Lebaran yang tiba di Kota Bandung berasal dari wilayah Jawa Timur.

Arus Balik Lebaran di Terminal Cicaheum Didominasi Penumpang Jawa Timur
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi menyampaikan, mayoritas penumpang arus balik Lebaran yang tiba di Kota Bandung berasal dari wilayah Jawa Timur./INILAHKORAN-Yogo Trastipo

INILAHKORAN.ID - Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi menyampaikan, mayoritas penumpang Arus Balik Lebaran yang tiba di Kota Bandung berasal dari wilayah Jawa Timur dan daerah Priangan Timur.

Menurutnya, data sementara menunjukkan dominasi angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dari Jawa Timur, disusul angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) dari Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran dan Kuningan.

“Sejak kemarin hingga hari ini, total kedatangan penumpang mencapai 1.410 orang dengan dukungan 104 armada. Mayoritas berasal dari AKAP Jawa Timur, sementara sisanya dari AKDP wilayah Priangan Timur,” kata Asep Supriadi, Rabu 25 Maret 2026.

Dia menjelaskan, pola kedatangan itu mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dari daerah tersebut menuju Kota Bandung setelah libur Lebaran. Meski begitu, pihaknya menegaskan, angka yang tercatat di terminal belum sepenuhnya menggambarkan keseluruhan Arus Balik

Hal itu, karena sebagian penumpang memilih turun di jalur lintasan seperti di kawasan Nagreg atau Cileunyi sebelum mencapai terminal. “Tidak semua penumpang turun di terminal, sehingga data yang ada bukan gambaran total Arus Balik secara keseluruhan,” ucapnya.

Dalam menghadapi lonjakan penumpang dari Jawa Timur dan Priangan Timur, pihak terminal memastikan kesiapan layanan. Posko kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah disiagakan, begitu pula pengamanan terpadu menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan diperketat. Pemeriksaan dilakukan mulai dari kelengkapan administrasi hingga uji kelayakan fisik armada bus.

“Pengawasan ini penting untuk memastikan setiap kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan, sehingga keselamatan penumpang tetap terjamin,” ujar dia.***


Editor : JakaPermana