Arus Mudik Kereta Membeludak, Penumpang di Stasiun Tasikmalaya Naik hingga 170 Persen

Mobilitas masyarakat menjelang Lebaran 2026 mulai meningkat. Dalam lima hari pertama masa Angkutan Lebaran, jumlah penumpang di Stasiun Tasikmalaya melonjak.

Arus Mudik Kereta Membeludak, Penumpang di Stasiun Tasikmalaya Naik hingga 170 Persen
Jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Tasikmalaya tercatat mencapai 5.165 orang. Angka itu menempatkan stasiun ini di posisi ketiga setelah Stasiun Bandung dengan 23.252 penumpang dan Stasiun Kiaracondong sebanyak 20.054 penumpang. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Mobilitas masyarakat menjelang Lebaran 2026 mulai terlihat meningkat di jalur kereta api. 

Dalam lima hari pertama masa Angkutan Lebaran, jumlah penumpang di Stasiun Tasikmalaya melonjak signifikan dibandingkan hari normal.

Data PT kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat periode 11–15 Maret 2026 menjadi awal lonjakan arus mudik melalui jalur rel.

Dalam kurun waktu tersebut, Stasiun Tasikmalaya bahkan masuk dalam tiga besar stasiun tersibuk di wilayah Daop 2.

Jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Tasikmalaya tercatat mencapai 5.165 orang. Angka itu menempatkan stasiun ini di posisi ketiga setelah Stasiun Bandung dengan 23.252 penumpang dan Stasiun Kiaracondong sebanyak 20.054 penumpang.

Tidak hanya dari sisi keberangkatan, Stasiun Tasikmalaya juga menjadi salah satu tujuan favorit penumpang selama masa mudik. Selama lima hari tersebut, sebanyak 7.879 orang tercatat turun di stasiun ini. Jika dibandingkan dengan hari biasa, jumlah kedatangan tersebut meningkat hingga sekitar 170 persen.

Lonjakan penumpang juga terlihat pada Senin (16/3/2026). Berdasarkan catatan hingga siang hari, dalam rentang pukul 20.00 WIB pada Minggu (15/3/2026) hingga pukul 08.00 WIB Senin (16/3/2026), terdapat 571 penumpang yang naik dan 916 penumpang yang turun di Stasiun Tasikmalaya.

Beberapa rangkaian kereta turut menyumbang jumlah kedatangan cukup besar. kereta dengan kode perjalanan KA 7021B dan KA 273 masing-masing membawa sekitar 200 penumpang yang turun di Tasikmalaya.

Bagi sebagian pemudik, kereta api masih menjadi pilihan utama untuk pulang kampung. Selain dinilai lebih cepat, moda transportasi ini juga dianggap mampu menghindarkan penumpang dari kemacetan di jalur darat.

“Memilih naik kereta karena waktunya lebih pasti dan tidak terjebak macet. Tiket juga sudah saya pesan jauh-jauh hari, jadi tidak ada kendala,” ujar Anggita Permatasari, pemudik asal Kecamatan Cigalontang yang baru tiba dari Solo, Jawa Tengah.

Melihat tingginya mobilitas penumpang, KAI Daop 2 Bandung menyatakan akan terus meningkatkan akses layanan transportasi kereta bagi masyarakat, termasuk dengan menambah titik pemberhentian kereta di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

KAI juga memprediksi puncak arus mudik di wilayah Daop 2 Bandung akan terjadi dalam dua hari ke depan, yakni pada Selasa (17/3/2026) dan Rabu (18/3/2026).

Calon penumpang diimbau untuk memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi resmi KAI serta datang lebih awal ke stasiun agar perjalanan berjalan lancar.


Editor : Doni Ramdhani