Asosiasi Wartawan Malaysia Minta Beberkan Fakta Soal Kabut Asap Karhutla Indonesia
Iswami minta beberkan fakta terkait kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan Malaysia terkena kabut asap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Malaysia terkena dampak kabut asap beracun akibat Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia sudah hampir empat bulan.
Akibat kabut asap beracun yang mengancam Malaysia, banyak sekolah kini ditutup demi melindungi anak-anak dari penyakit yang disebabkan oleh kualitas udara yang buruk.
Asosiasi Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (Iswami) Malaysia kini mendorong media memprioritaskan fakta dan pendapat ahli dalam memberitakan kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Media harus mengutamakan fakta, pendapat ahli, dan suara orang-orang yang terkena dampak dan menghindari narasi yang menyalahkan seluruh rakyat suatu negara,” tutur Presiden Iswami Malaysia Datuk Ahmad Zaini Kamaruzzaman.
Iswami menyuarakan rasa prihatin atas kabut asap lintas batas yang mempengaruhi kualitas udara Malaysia.
Iswami menekankan kabut asap terkait kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta tanggung jawab bersama negara kawasan, bukan sekadar masalah lingkungan.
“Masalah yang berulang ini membutuhkan solusi yang komprehensif, bukan hanya tindakan darurat saat krisis memburuk,” ujar Ahmad Zaini.
Iswami mendorong lima langkah prioritas.
1. Melindungi kesehatan masyarakat melalui pemantauan kualitas udara, informasi dan saran kesehatan yang akurat serta tindakan perlindungan, terutama bagi kelompok berisiko.
Masyarakat juga disarankan mengacu pada indeks polusi udara (API) dan saran dari pihak yang berwenang.
2. Memperkuat pencegahan dan penegakan hukum di Indonesia dengan mengintensifkan kebakaran, mencegah pembakaran terbuka dan menindak tegas pelanggar hukum.
3. Meningkatkan kerja sama Malaysia-Indonesia melalui berbagi data titik panas, pemantauan asap, bantuan teknis dan operasi pemadaman bila diperlukan.
4. Memperkuat komitmen ASEAN dalam pencegahan, kesiapsiagaan dan tanggap darurat demi mewujudkan kawasan bebas kabut secepatnya.
5. Mempromosikan media pelaporan yang akurat, seimbang dan bertanggung jawab.
Iswami menekankan hubungan erat Malaysia-Indonesia harus menjadi dasar pembahasan isu ini secara terbuka dan matang tanpa mengkhawatirkan kepentingan rakyat, karena kedua negara berhak atas udara bersih dan lingkungan aman.
Ahmad Zaini menyatakan kabut asap lintas batas tidak dapat terus dianggap masalah musiman tanpa solusi jangka panjang yang efektif dan terukur.***
Editor : Irma Nurfajri
