Badan Geologi Nilai Lahan Relokasi Korban Longsor di Rongga Layak, Ini Catatannya

Badan Geologi menilai lahan relokasi di Kecamatan Rongga KBB layak setelah dilakukan penelitian

Badan Geologi Nilai Lahan Relokasi Korban Longsor di Rongga Layak, Ini Catatannya
Badan Geologi

INILAHKORAN.ID – Badan Geologi Kementerian ESDM menilai calon lahan relokasi bagi korban bencana longsor di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dapat digunakan dengan sejumlah persyaratan teknis.

Penilaian itu disampaikan setelah Tim Badan Geologi melakukan pemeriksaan lapangan di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, yang rencananya akan digunakan sebagai hunian tetap bagi 47 kepala keluarga korban longsor Kampung Cigombong.

“Berdasarkan kondisi geologi, morfologi, kerentanan gerakan tanah, serta fasilitas umum yang menunjang, area kajian dapat digunakan untuk dijadikan lahan relokasi dengan persyaratan teknis tertentu,” ujar Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan tertulis, Rabu (11/2/2026).

Lana menjelaskan, berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bandung Barat, lokasi tersebut berada di zona kerentanan rendah. Artinya, kejadian longsor jarang terjadi dan umumnya berdimensi kecil.

“Pada saat pemeriksaan juga tidak ditemukan bekas longsoran lama, dan menurut keterangan warga sekitar, belum pernah terjadi bencana gerakan tanah di lokasi calon lahan relokasi,” jelasnya.

Meski demikian, Badan Geologi mencatat wilayah tersebut berada di kawasan rawan gempa bumi tinggi, sehingga tetap memiliki potensi retakan tanah atau pergerakan lereng, terutama jika ada aktivitas pemotongan lereng yang tidak sesuai kaidah teknis.

Untuk itu, Lana menekankan pembangunan permukiman harus memperhatikan rekomendasi teknis, mulai dari pondasi bangunan yang mencapai lapisan tanah keras, pengaturan drainase terpadu, hingga larangan pengembangan kolam atau lahan basah di sekitar permukiman.

“PVMBG hanya menyampaikan potret potensi bencana geologi. Kewenangan izin pembangunan sepenuhnya berada pada pemerintah daerah, dengan tetap menyesuaikan rencana tata ruang wilayah,” tegas Lana.

Badan Geologi juga merekomendasikan agar masyarakat diberikan edukasi terkait gejala awal gerakan tanah sebagai upaya mitigasi risiko bencana di masa mendatang.


Editor : Ahmad Sayuti