Bahagia Ternoda, Cristiano Ronaldo Ungkap Kemarahan di Balik Sukses Portugal Juara UEFA Nations League
Ada yang membuat Cristiano Ronaldo marah ketika Portugal hendak meladeni Spanyol di final UEFA Nations League.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Rasa bahagia Cristiano Ronaldo usai antar Portugal juara UEFA Nations League ternoda sebuah kemarahan.
Cristiano Ronaldo berkontribusi besar di balik kesuksesan Portugal mengalahkan Spanyol di final UEFA Nations League, Senin 9 Juni 2025 dini hari WIB.
Cristiano Ronaldo mencetak gol penyeimbang 2-2 bagi Portugal yang memaksakan laga berlanjut ke babak extra time serta adu penalti.
Sayangnya, mantan bintang Real Madrid itu tak ikut drama tos-tosan lantaran mengalami cedera pada menit ke-88 dan digantikan Goncalo Ramos.
Lima penendang Portugal sukses menjalankan tugasnya, sementara satu penendang Spanyol yakni Alvaro Morata gagal mengeksekusi penalti hingga berbuah gol.
Pada akhirnya, Portugal menjadi kampiun UEFA Nations League dan Ronaldo menorehkan prestasi hebat di usianya yang sudah menginjak 40 tahun.
Namun rupanya, ada satu hal yang membuatnya kesal di balik keberhasilan ini.
Adalah komentar-komentar miring segelintir fans dan pengamat sepak bola Portugal terhadap sang pelatih Roberto Martinez.
Banyak yang memandang Martinez tak lagi layak membesut Seleccao das Quinnas dan tak sedikit yang mengharapkan dia lengser untuk digantikan pelatih lain semisal Jose Mourinho.
Hal inilah yang membuat Ronaldo begitu kesal hingga pada akhirnya mengungkapkan kemarahannya itu.
Dikutip Goal.com dari O Jogo, Ronaldo membicarakan persoalan ini beberapa saat jelang Portugal melakoni laga final melawan Spanyol.
"Jika seorang pelatih mencapai final, itu karena ia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Mempertanyakan seseorang yang memiliki rekor spektakuler untuk Portugal membuat saya bingung, tetapi saya mengerti," ungkap Ronaldo.
Ronaldo menyerang balik para pengkritisi yang dia sebut tidak memiliki rasa hormat terhadap pelatih dan timnya.
"Jika seorang pelatih mencapai final dan ia dipertanyakan, bayangkan yang lain. Ada sedikit kurangnya rasa hormat dalam hal ini. Berbicara tentang pelatih lain adalah kurangnya akal sehat, tetapi pelatih telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," lanjut dia.
Ronaldo bahkan mengibaratkan para pengkritisi itu sebagai seekor burung beo yang berkicau tanpa ada artinya.
"Bahkan ketika Anda menang, ada perdebatan ini, tetapi itu adalah bagian dari burung beo yang ada di rumah dan memberikan pendapat mereka. Yang harus kami katakan adalah bahwa kami sangat senang dengan pekerjaan yang telah dilakukan pelatih," lanjut dia.***
Editor : Bsafaat


