Bahan Bacaan Perluasan Akses
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bengkulu - Buku tak banyak berarti jika hanya tersimpan rapi di rak. Buku baru benar-benar hidup ketika dibaca, dibicarakan, dan membawa pengetahuan baru bagi mereka yang membukanya.
Kesadaran itu menjadi bagian dari upaya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memperkuat literasi masyarakat.
Melalui kegiatan diseminasi bahan bacaan literasi 2026, pemerintah berupaya memperluas akses sekaligus mendorong pemanfaatan bahan bacaan bermutu, khususnya di Kota Bengkulu.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan penguatan literasi tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Ada kebutuhan untuk memastikan bahan bacaan tersebut sampai kepada masyarakat dan benar-benar digunakan.
“Ini sebagai wujud nyata dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan bermutu untuk semua. Penguatan partisipasi semesta menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI,” kata Hafidz, seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (6/9).
Karena itu, pemerintah tidak bekerja sendiri. Perguruan tinggi, pemerintah daerah, media massa, komunitas, hingga pengelola ruang publik didorong untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem literasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuat bahan bacaan tidak berhenti di lingkungan sekolah. Buku juga perlu menemukan ruang di tengah masyarakat, termasuk perpustakaan umum, taman bacaan masyarakat, pusat kegiatan belajar masyarakat, hingga tempat-tempat publik. (gin)
Editor : Inilahkoran

