Talenta Tumbuh Bandung Tangguh
BANDUNG bukan sekadar kota pendidikan. Kota ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda dari berbagai daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Bagi banyak anak muda, Bandung bukan sekadar tempat untuk singgah. Kota ini menjadi ruang untuk belajar, menemukan kemampuan, sekaligus menyiapkan langkah menuju masa depan.
Perguruan tinggi yang tumbuh di berbagai sudut Kota Bandung membuat kota ini menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah. Salah satunya masyarakat Aceh yang datang ke Tanah Pasundan untuk menimba ilmu dan mengembangkan kompetensi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melihat pendidikan sebagai salah satu kunci penting dalam membangun sumber daya manusia. Pendidikan, menurut dia, membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan kelak memberikan manfaat bagi daerah asal maupun Indonesia.
Pesan itu disampaikan Farhan saat memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (Kamaba) di Gedung Aula Daan Mogot, Markas Pusat Pendidikan Infanteri, Kota Bandung, Minggu (6/9).
“Kota Bandung sebagai kota pusat pendidikan akan menghadirkan maslahat bagi kita semuanya,” ujar Farhan dalam keterangan persnya.
Menurut Farhan, keberadaan berbagai perguruan tinggi di Bandung merupakan peluang yang harus dimanfaatkan generasi muda. Kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, tetapi juga ruang untuk membangun kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Pembangunan sumber daya manusia, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang dimiliki setiap daerah. Indonesia membutuhkan tenaga profesional, insinyur, akademisi, pengusaha, serta berbagai talenta dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan zaman.
Karena itu, Farhan menegaskan keterbukaan Pemerintah Kota Bandung untuk memberikan ruang bagi anak muda dari berbagai daerah yang ingin belajar dan berkembang di Bandung.
“Saya sebagai Wali Kota Bandung yang punya darah Aceh, saya merasa berkewajiban untuk membuka pintu sebesar-besarnya agar putra-putri terbaik di Aceh bisa kuliah di perguruan tinggi terbaik yang ada di Indonesia, salah satunya di Bandung,” katanya.
Semangat itu, lanjut Farhan, tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Aceh. Bandung ingin terus menjadi kota yang terbuka bagi siapa pun yang datang dengan niat baik untuk menuntut ilmu, bekerja, tumbuh, dan kemudian memberikan kontribusi positif.
Dukungan terhadap pendidikan pun dapat dikembangkan melalui pengelolaan dana sosial dan pemberdayaan. Farhan melihat zakat, infak, dan sedekah tidak hanya dapat disalurkan dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga diarahkan untuk program jangka panjang, termasuk pendidikan dan pengembangan usaha. (gin)
Editor : Inilahkoran

