Bakesbangpol Kota Bogor Luncurkan SIPEKA untuk Deteksi Dini Kerawanan Sosial
Bakesbangpol Kota Bogor menghadirkan aplikasi SIPEKA untuk memetakan kerawanan sosial, konflik politik dan ancaman keamanan secara terintegrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor menghadirkan aplikasi digital internal Sistem Pemetaan Kerawanan (SIPEKA) untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial, konflik politik, serta gangguan keamanan dan ketenteraman masyarakat.
SIPEKA diperkenalkan Bakesbangpol Kota Bogor pada Kamis (20/8/2026). Aplikasi tersebut dirancang sebagai instrumen digital untuk mengumpulkan, mengidentifikasi, dan memetakan berbagai dinamika di wilayah Kota Bogor secara cepat dan terintegrasi.
Kepala Bakesbangpol Kota Bogor Hidayatulloh mengatakan, kehadiran SIPEKA merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem kewaspadaan dini di tengah perkembangan teknologi dan tingginya dinamika masyarakat.
Menurutnya, pola pelaporan kewaspadaan dini selama ini masih banyak dilakukan melalui pesan pribadi maupun aplikasi percakapan yang membuat informasi tidak terdokumentasi secara sistematis.
“Pentingnya keterbukaan informasi publik di era digital. Pola pelaporan kewaspadaan dini yang selama ini berbasis pesan singkat personal atau obrolan via aplikasi instan sering kali tidak terdokumentasi dengan baik secara sistematis,” ungkap Hidayatulloh di Sekretariat PWI Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (20/8/2026).
SIPEKA Integrasikan Data Kerawanan Kota Bogor
Hidayatulloh menjelaskan, SIPEKA akan mengintegrasikan informasi terkait berbagai dinamika ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (Ipoleksosbudhankam).
Dengan sistem tersebut, informasi dari lapangan diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah, bukan sekadar berdasarkan asumsi.
Ia mencontohkan potensi kerawanan sosial seperti maraknya pinjaman ilegal atau bank emok di tingkat kelurahan. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi perangkat daerah terkait untuk mengambil langkah penanganan.
“Sehingga dinas teknis seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dapat segera masuk memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas ekonomi bagi warga,” paparnya.
Bakesbangpol Bogor Libatkan 136 Penyuluh
Kota Bogor merupakan daerah yang memiliki masyarakat heterogen dengan keberagaman suku, ras, agama, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.
Berdasarkan data Bakesbangpol Kota Bogor, sedikitnya terdapat 286 organisasi kemasyarakatan (ormas) yang aktif dan terdaftar. Organisasi tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, kepemudaan, sosial hingga adat dan budaya.
Untuk menjaga keharmonisan masyarakat, Bakesbangpol juga mengoptimalkan peran 136 penyuluh wawasan kebangsaan yang tersebar di 68 kelurahan di Kota Bogor.
“Di tengah berbagai keterbatasan, kami tetap harus hadir dan mewarnai masyarakat. Kehadiran 136 penyuluh wawasan kebangsaan di 68 kelurahan bertujuan memberikan pengayaan nilai Pancasila, mencegah penyebaran hoaks, serta meminimalisir potensi gesekan sosial sejak dini,” jelas Hidayatulloh.
PWI Bogor Dorong Pelayanan Publik Terpadu
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor Herman Indrabudi mengapresiasi langkah Bakesbangpol menghadirkan SIPEKA.
Karena lokasi Sekretariat PWI Kota Bogor dan Bakesbangpol yang berdekatan, Herman juga mendorong peningkatan kolaborasi dalam pelayanan publik terpadu.
Menurutnya, pelayanan publik bersama dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan sejumlah instansi pemerintah.
“Ke depan, kami berharap pelayanan publik terpadu ini bisa dilaksanakan secara rutin, misalnya sebulan sekali. Tidak hanya layanan kependudukan dan perizinan, tetapi juga menggandeng BPN untuk pertanahan serta Imigrasi untuk pembuatan paspor di hari libur, agar masyarakat yang sibuk bekerja tetap bisa mengaksesnya,” kata Herman.
Kolaborasi Media dan Pemerintah Diperkuat
Herman juga mengapresiasi keterbukaan Bakesbangpol dalam membangun komunikasi langsung antara pejabat pemerintah dan wartawan.
Menurutnya, akses konfirmasi langsung kepada pelaku kebijakan di tingkat dinas maupun kelurahan penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan sesuai dengan prinsip Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Ia berharap sinergi antara inovasi digital SIPEKA, edukasi wawasan kebangsaan, dan kemitraan dengan media dapat memperkuat kondisi Kota Bogor yang aman dan kondusif.
“Teman-teman media mendapatkan fakta dan data langsung dari sumber utama, sehingga pemberitaan yang sampai ke masyarakat benar-benar berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

