SMPN 2 Ngamprah Rusak, Pemkab Prioritaskan Rehabilitasi 3 Ruang Kelas
SMPN 2 Ngamprah rusak, Pemkab Bandung Barat prioritaskan rehabilitasi tiga ruang kelas. Disdik juga mengusulkan revitalisasi 29 ruang kelas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat bergerak menangani kondisi sarana dan prasarana SMPN 2 Ngamprah yang tengah viral lantaran kondisi bangunannya sudah tak laik pakai.
Sesuai arahan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Dinas Pendidikan (Disdik) KBB bakal memprioritaskan rehabilitasi tiga ruang kelas di sekolah tersebut di tahun ini.
Bahkan, pihaknya tengah mengkaji penggunaan jalur anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat, tanpa harus menunggu siklus anggaran biasa.
"Pak Bupati Bandung Barat juga menyarankan atau memerintahkan kepada kami untuk merehabilitasi tiga ruang kelas yang ada di SMP ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Edy Syafrudin, Kamis (20/8/2026).
Edy menjelaskan, penggunaan anggaran BTT bakal terlebih dahulu meminta persetujuan pimpinan mengingat sifatnya yang khusus dan mendesak.
"Jika tidak disetujui, rehabilitasi tetap diupayakan melalui jalur anggaran perubahan tahun berjalan," jelasnya.
Edy menyebut, hal ini menjadi bukti kerusakan bangunan yang meliputi plafon yang rusak, lantai tidak rata hingga tembok yang mengalami keretakan dan sudah dianggap cukup mendesak untuk ditangani secara khusus, tidak cukup hanya dengan perbaikan rutin.
"Secara keseluruhan, kondisi sarana dan prasarana SMPN 2 Ngamprah dikategorikan dalam tingkat kerusakan sedang namun cakupannya cukup luas, sehingga perbaikan bertahap saja belum mampu menyelesaikan masalah secara menyeluruh," sebutnya.
Oleh karena itu, pihaknya telah mengusulkan revitalisasi besar-besaran untuk sekolah ini sejak akhir tahun lalu, dengan usulan perbaikan terhadap 29 ruang kelas.
Ia menuturkan, usulan tersebut telah diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan saat ini masih menunggu keputusan persetujuan yang jika disetujui bakal mengubah wajah sekolah secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Kami di akhir tahun kemarin sudah mengusulkan revitalisasi untuk SMPN 2 Ngamprah, bahkan ada 29 ruang kelas yang kita usulkan. Oleh Kementerian Pendidikan sudah diverifikasi. Saat ini kami tinggal menunggu apakah disetujui atau tidak," imbuhnya.
Edy berharap usulan tersebut mendapat lampu hijau, sehingga perbaikan tidak hanya bersifat tambal sulam, melainkan menyeluruh dan mampu mengembalikan fungsi sekolah sebagai tempat belajar yang layak.
Selama menunggu keputusan, perbaikan bakal dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruang yang paling mendesak.
"Perlu diketahui, kami di Disdik Bandung Barat tidak tinggal diam melihat kondisi SMPN 2 Ngamprah. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kerusakan yang paling mendesak demi memastikan kegiatan belajar mengajar siswa tetap berjalan dengan aman dan nyaman," tegasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

