El Nino Bawa Berkah, Produksi Garam Cirebon Melonjak Hampir 600 Ton
Fenomena El Nino membawa berkah bagi petani garam Cirebon. Produksi garam Juli 2026 melonjak hampir 600 ton dari hanya 25-30 ton tahun lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Fenomena El Nino dan kemarau panjang justru membawa berkah bagi petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Cuaca panas dan minim hujan membuat proses penguapan air laut berlangsung lebih optimal sehingga produksi garam meningkat tajam.
Produksi garam di Cirebon tercatat mencapai hampir 600 ton pada Juli 2026. Angka tersebut melonjak dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 25-30 ton.
Kondisi cuaca kering diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Situasi tersebut menjadi peluang bagi petani garam untuk meningkatkan produksi sekaligus memperoleh hasil panen yang lebih besar.
Kemarau Panjang Jadi Keuntungan Petani Garam
Sebagian besar petani garam di Indonesia masih mengandalkan metode tradisional dengan memanfaatkan panas matahari. Air laut dialirkan ke tambak dangkal untuk kemudian dibiarkan menguap hingga menghasilkan kristal garam.
Setelah kristal garam terbentuk di dasar tambak, petani akan mengumpulkannya untuk kemudian dijual.
Dalam proses tersebut, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting. Semakin panas dan semakin sedikit hujan, proses penguapan air laut dapat berlangsung lebih cepat.
Sebaliknya, hujan dapat menghambat proses produksi. Bahkan hujan dalam waktu singkat berpotensi mengganggu penguapan sekaligus memengaruhi jumlah dan kualitas garam yang dihasilkan.
Petani garam Cirebon Sebut El Nino Jadi Berkah
Ketua kelompok petani garam setempat, Dadang Darmawan, mengatakan kondisi El Nino menjadi berkah bagi petani garam di Cirebon.
Menurutnya, cuaca panas dan minim hujan membuat aktivitas produksi garam berjalan lebih maksimal. Dalam kurun waktu lebih dari satu bulan, wilayah tersebut hanya mengalami satu kali gerimis ringan.
Kondisi tersebut membuat tambak garam memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan proses penguapan air laut hingga menghasilkan kristal garam.
Cirebon Punya 1.400 Hektare Tambak Garam
Potensi produksi garam Cirebon didukung luas tambak yang mencapai sekitar 1.400 hektare.
Cirebon juga menjadi salah satu dari 10 wilayah penghasil garam di Indonesia. Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober, petani berharap produksi garam dapat terus meningkat.
Lonjakan produksi pada Juli 2026 menjadi gambaran bagaimana perubahan kondisi cuaca dapat memberikan dampak berbeda terhadap sektor pertanian dan kelautan.
Bagi petani garam, kemarau panjang yang menjadi tantangan bagi sebagian sektor justru menjadi momentum untuk meningkatkan produksi dan pendapatan.***
Editor : JakaPermana

